Anggaran pertahanan AS Rp6.054 triliun
Kamis, 06 Desember 2012 - 13:17 WIB
Anggaran pertahanan AS Rp6.054 triliun
A
A
A
Sindonews.com — Setelah melalui perdebatan sengit selama lima hari dan amendemen ratusan kali, Senat Amerika Serikat (AS) akhirnya menyetujui anggaran pertahanan tahun depan sebesar USD631 miliar atau sekitar Rp6.054 triliun.
Setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi, akhirnya dengan suara bulat 98 anggota parlemen menyetujui dan tidak ada satu pun yang menolak Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional Tahun Anggaran 2013. Hasil pemungutan suara pada Selasa (4/12) ini pun dianggap menandai momen langka kerja sama antara Demokrat dan Republikan.
“Upaya kami menunjukkan, ketika muncul upaya untuk menangani isu-isu penting bagi laki-laki dan perempuan dalam seragam, Senat dapat bekerja sama dalam cara bipartisan,” ucap Senator Republikan John McCain.
Sebelumnya keputusan ini sempat dibayang-bayangi kebuntuan politik terkait pengurangan nilai utang yang bisa menyebabkan pemotongan besar untuk belanja militer tahun depan. Tapi, anggaran ini tetap bisa diputuskan.
Menurut laporan AFP, kebijakan ini sekaligus akan memperketat sanksi terhadap Iran, membatasi kewenangan Presiden dalam menangani tersangka terorisme,dan melarang penahanan militer warga AS.
RUU ini juga harus berdamai dengan versi sebelumnya yang telah disahkan awal tahun ini di DPR sebelum berpindah ke meja Presiden Barack Obama untuk ditandatangani meski Gedung Putih telah mengancam hak veto.
Kendati kedua versi memiliki perbedaan utama,Ketua KomiteSenat AngkatanBersenjata Carl Levin dan McCain menyatakan keyakinannya dalam mencapai konsensus. Keberatan pemerintahan pada RUU tersebut terutama pada memberlakukan pembatasan penggunaan dana untuk mentransfer peratahanan Guantanamo.
Setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi, akhirnya dengan suara bulat 98 anggota parlemen menyetujui dan tidak ada satu pun yang menolak Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional Tahun Anggaran 2013. Hasil pemungutan suara pada Selasa (4/12) ini pun dianggap menandai momen langka kerja sama antara Demokrat dan Republikan.
“Upaya kami menunjukkan, ketika muncul upaya untuk menangani isu-isu penting bagi laki-laki dan perempuan dalam seragam, Senat dapat bekerja sama dalam cara bipartisan,” ucap Senator Republikan John McCain.
Sebelumnya keputusan ini sempat dibayang-bayangi kebuntuan politik terkait pengurangan nilai utang yang bisa menyebabkan pemotongan besar untuk belanja militer tahun depan. Tapi, anggaran ini tetap bisa diputuskan.
Menurut laporan AFP, kebijakan ini sekaligus akan memperketat sanksi terhadap Iran, membatasi kewenangan Presiden dalam menangani tersangka terorisme,dan melarang penahanan militer warga AS.
RUU ini juga harus berdamai dengan versi sebelumnya yang telah disahkan awal tahun ini di DPR sebelum berpindah ke meja Presiden Barack Obama untuk ditandatangani meski Gedung Putih telah mengancam hak veto.
Kendati kedua versi memiliki perbedaan utama,Ketua KomiteSenat AngkatanBersenjata Carl Levin dan McCain menyatakan keyakinannya dalam mencapai konsensus. Keberatan pemerintahan pada RUU tersebut terutama pada memberlakukan pembatasan penggunaan dana untuk mentransfer peratahanan Guantanamo.
(esn)