Rusia desak Israel pertimbangkan perluasan pemukiman
Senin, 03 Desember 2012 - 22:49 WIB
Rusia desak Israel pertimbangkan perluasan pemukiman
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia mengaku prihatin melihat sikap Israel yang berniat membangun 3.000 rumah di wilayah E1 dan menahan dana pajak Palestina sebesar USD100 juta. Israel melakukan hal ini sebagai tindakan balasan atas peningkatan status Palestina di PBB.
"Moskow sangat serius memandang masalah ini dan prihatin dengan niat Israel membangun permukiman di wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967, ini adalah ilegal. Rusia dan masyarakat internasional secara keseluruhan tidak mengakui hal ini," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (3/12/201), seperti dikutip dari Xinhua.
Rusia memandang rencana Israel itu akan berdampak buruk pada perdamaian abadi di Timur Tengah. "Pelaksanaan pembangunan pemukiman dalam skala besar akan berdampak negatif dan akan mempengaruhi upaya untuk melanjutkan pembicaraan langsung tentang solusi dua-negara dalam konflik Palestina-Israel," lanjut pernyataan itu.
Rusia menambahkan, bahwa pemotongan transfer keuangan akan menyebabkan defisit anggaran pada tubuh Pemerintah Otoritas Palestina di Jalur Gaza dan dan akan menimbulkan gejolak sosial, ekonomi, dan memengaruhi situasi kemanusiaan di wilayah Palestina.
"Kami mendesak pihak Israel untuk mempertimbangkan kembali rencana pembangunan permukiman dan melanjutkan transfer uang ke Palestina, sehingga tetap membuka kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan damai dan mencapai perdamaian yang adil dan stabil di kawasan itu," kata pernyataan itu.
"Moskow sangat serius memandang masalah ini dan prihatin dengan niat Israel membangun permukiman di wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967, ini adalah ilegal. Rusia dan masyarakat internasional secara keseluruhan tidak mengakui hal ini," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (3/12/201), seperti dikutip dari Xinhua.
Rusia memandang rencana Israel itu akan berdampak buruk pada perdamaian abadi di Timur Tengah. "Pelaksanaan pembangunan pemukiman dalam skala besar akan berdampak negatif dan akan mempengaruhi upaya untuk melanjutkan pembicaraan langsung tentang solusi dua-negara dalam konflik Palestina-Israel," lanjut pernyataan itu.
Rusia menambahkan, bahwa pemotongan transfer keuangan akan menyebabkan defisit anggaran pada tubuh Pemerintah Otoritas Palestina di Jalur Gaza dan dan akan menimbulkan gejolak sosial, ekonomi, dan memengaruhi situasi kemanusiaan di wilayah Palestina.
"Kami mendesak pihak Israel untuk mempertimbangkan kembali rencana pembangunan permukiman dan melanjutkan transfer uang ke Palestina, sehingga tetap membuka kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan damai dan mencapai perdamaian yang adil dan stabil di kawasan itu," kata pernyataan itu.
(esn)