Kuwait akan bentuk kabinet baru
Senin, 03 Desember 2012 - 22:47 WIB
Kuwait akan bentuk kabinet baru
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kuwait menyatakan pengunduran diri pada Senin (3/12/2012). Hal ini sejalan dengan aturan konstitusi di negara itu. Langkah ini dirancang untuk membuka jalan bagi kabinet baru di negara itu, setelah pemilihan parlemen pada Sabtu lalu.
Lebih dari separuh anggota parlemen yang terpilih pada akhir pekan lalu adalah pendatang baru di Majelis Nasional Kuwait. Parlemen mendatang diharap bisa lebih kooperatif dengan pemerintah, dibanding Parlemen terdahulu yang sempat melakukan aksi boikot.
"Pemerintah akan mengundurkan diri, setelah pengumuman hasil pemilihan parlemen," kata Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Sabah Khaled al-Sabah. "Emir akan berkonsultasi mengenai penunjukan Perdana Menteri dan kemudian akan ada pembentukan pemerintah," lanjutnya, seperti dikutip dari the star.
Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah diharapkan memilih Perdana Menteri pada pekan depan. Lalu, pada 14 Desember, Perdana Menteri terpilih diharap sudah bisa mengumumkan kabinetnya. Parlemen baru diperkirakan akan menyelenggarakan sidang pertamanya pada 16 Desember.
Lebih dari separuh anggota parlemen yang terpilih pada akhir pekan lalu adalah pendatang baru di Majelis Nasional Kuwait. Parlemen mendatang diharap bisa lebih kooperatif dengan pemerintah, dibanding Parlemen terdahulu yang sempat melakukan aksi boikot.
"Pemerintah akan mengundurkan diri, setelah pengumuman hasil pemilihan parlemen," kata Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Sabah Khaled al-Sabah. "Emir akan berkonsultasi mengenai penunjukan Perdana Menteri dan kemudian akan ada pembentukan pemerintah," lanjutnya, seperti dikutip dari the star.
Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah diharapkan memilih Perdana Menteri pada pekan depan. Lalu, pada 14 Desember, Perdana Menteri terpilih diharap sudah bisa mengumumkan kabinetnya. Parlemen baru diperkirakan akan menyelenggarakan sidang pertamanya pada 16 Desember.
(esn)