Pemerintah instruksikan pemeriksaan seluruh terowongan di Jepang
Senin, 03 Desember 2012 - 16:48 WIB
Pemerintah instruksikan pemeriksaan seluruh terowongan di Jepang
A
A
A
Sindonews.com – Pasca bencana runtuhnya terowongan Sasago di jalan raya Chuo, Jepang, Minggu (2/12/2012), Pemerintah Jepang langsung menginstruksikan untuk melakukan pemeriksaan pada seluruh terowongan yang berada di jalan-jalan tol di Jepang.
"Perdana Menteri memerintahkan kementerian transportasi untuk melakukan yang terbaik dalam operasi penyelamatan. Pada tahap awal, perlu diketahui penyebab bencana ini dan mengambil langkah-langkah secara menyeluruh untuk pencegahan kecelakaan serupa," kata Kepala Sekretaris Kabinet Osamu Fujimura.
Sebagian ahli menduga, runtuhnya terowongan Sasago diakibatkan proses penuaan yang terjadi pada terowongan itu. "Kami akan membuat investasi yang signifikan dalam sistem transportasi umum dan akan memastikan daya tahan. Kita perlu meninjau usia infrastruktur," lanjutnya.
Para Insinyur langsung melakukan inspeksi pada tiga terowongan lain di kawasan itu, yang memiliki desain sama dengan terowongan Sasago. Menurut sebuah laporan, ada sekitar 20 terowongan yang sejenis dengan terowongan Sasago di daerah itu.
Rekaman cctv dalam terowongan memperlihatkan, panel beton langit-langit terowongan runtuh dan membentuk huruf “V”. Hal ini menunjukan terjadinya kelemahan pada pilar penopang utama terowongan Sasago.
"Kami menduga, penuaan terowongan Sasago adalah faktor utama terjadinya bencana,” kata seorang pejabat NEXCO, operator jalan tol di Jepang, seperti dikutip dari Japan Today, Senin (3/12/2012).
NEXCO mengatakan, inspeksi keselamatan terdiri dari survei visual, dengan cara mencari retak dan kelainan lain dari struktur terowongan. Selain itu, para Insinyur juga akan mendengarkan akustik dari beton dan logam yang menyangga terowongan.
Para pejabat mengakui bahwa selama pemeriksaan lima-tahunan pada September silam, tidak ada survei akustik dari bagian pada yang panel beratnya mencapai 1,5 ton.
"Perdana Menteri memerintahkan kementerian transportasi untuk melakukan yang terbaik dalam operasi penyelamatan. Pada tahap awal, perlu diketahui penyebab bencana ini dan mengambil langkah-langkah secara menyeluruh untuk pencegahan kecelakaan serupa," kata Kepala Sekretaris Kabinet Osamu Fujimura.
Sebagian ahli menduga, runtuhnya terowongan Sasago diakibatkan proses penuaan yang terjadi pada terowongan itu. "Kami akan membuat investasi yang signifikan dalam sistem transportasi umum dan akan memastikan daya tahan. Kita perlu meninjau usia infrastruktur," lanjutnya.
Para Insinyur langsung melakukan inspeksi pada tiga terowongan lain di kawasan itu, yang memiliki desain sama dengan terowongan Sasago. Menurut sebuah laporan, ada sekitar 20 terowongan yang sejenis dengan terowongan Sasago di daerah itu.
Rekaman cctv dalam terowongan memperlihatkan, panel beton langit-langit terowongan runtuh dan membentuk huruf “V”. Hal ini menunjukan terjadinya kelemahan pada pilar penopang utama terowongan Sasago.
"Kami menduga, penuaan terowongan Sasago adalah faktor utama terjadinya bencana,” kata seorang pejabat NEXCO, operator jalan tol di Jepang, seperti dikutip dari Japan Today, Senin (3/12/2012).
NEXCO mengatakan, inspeksi keselamatan terdiri dari survei visual, dengan cara mencari retak dan kelainan lain dari struktur terowongan. Selain itu, para Insinyur juga akan mendengarkan akustik dari beton dan logam yang menyangga terowongan.
Para pejabat mengakui bahwa selama pemeriksaan lima-tahunan pada September silam, tidak ada survei akustik dari bagian pada yang panel beratnya mencapai 1,5 ton.
(esn)