Militan Islam mengamuk di Nigeria
Senin, 03 Desember 2012 - 15:04 WIB
Militan Islam mengamuk di Nigeria
A
A
A
Sindonews.com - Sekelompok orang yang diduga anggota militan Islam Boko Haram, mengamuk di Desa Borno, Nigeria, Minggu (2/12/2012). Mereka membakar sejumlah rumah dan menewaskan 10 umat Kristen Nigeria.
"Nampaknya, kelompok Boko Haram datang pada malam hari. Sebelum melancarkan aksi pembunuhan, mereka telah terlebih dahulu membakar sejumlah rumah," ungkap Nuhu Clark, saksi mata yang selamat dari serangan tersebut.
Clark menambahkan, setelah serangan tersebut terjadi, dia kembali ke desa dan menemukan 10 mayat. Ia juga menyaksikan sejumlah rumah hangus terbakar.
Polisi Nigeria membenaran aksi pembunuhan dan pembakaran sejumlah rumah warga di Desa Borno ini. Namun, polisi belum bisa memastikan berapa jumlah korban tewas akibat serangan tersebut. Mereka juga belum bisa memastikan siapa dalang penyerangan di wilayah yang berada di pusat markas Boko Haram ini.
"Serangan pembunuhan dan pembakaran ini terjadi sehari setelah mereka membakar tiga gereja di wilayah Gamboru, negara bagian Borno," ungkap Umar Abubakar, seorang pedagang di Gamboru.
Sejak melancarkan serangan pemberontakan untuk mendirikan negara Islam, Boko Haram seringkali melancarkan serangan terhadap pejabat keamanan dan umat Kristen Nigeria. Pemerintah Nigeria sendiri menganggap Boko Haram sebagai sumber ancaman bagi produsen minyak terkemuka di Nigeria.
"Nampaknya, kelompok Boko Haram datang pada malam hari. Sebelum melancarkan aksi pembunuhan, mereka telah terlebih dahulu membakar sejumlah rumah," ungkap Nuhu Clark, saksi mata yang selamat dari serangan tersebut.
Clark menambahkan, setelah serangan tersebut terjadi, dia kembali ke desa dan menemukan 10 mayat. Ia juga menyaksikan sejumlah rumah hangus terbakar.
Polisi Nigeria membenaran aksi pembunuhan dan pembakaran sejumlah rumah warga di Desa Borno ini. Namun, polisi belum bisa memastikan berapa jumlah korban tewas akibat serangan tersebut. Mereka juga belum bisa memastikan siapa dalang penyerangan di wilayah yang berada di pusat markas Boko Haram ini.
"Serangan pembunuhan dan pembakaran ini terjadi sehari setelah mereka membakar tiga gereja di wilayah Gamboru, negara bagian Borno," ungkap Umar Abubakar, seorang pedagang di Gamboru.
Sejak melancarkan serangan pemberontakan untuk mendirikan negara Islam, Boko Haram seringkali melancarkan serangan terhadap pejabat keamanan dan umat Kristen Nigeria. Pemerintah Nigeria sendiri menganggap Boko Haram sebagai sumber ancaman bagi produsen minyak terkemuka di Nigeria.
(esn)