Olmert: PM Israel tak pernah upayakan perdamaian
Senin, 03 Desember 2012 - 14:56 WIB
Olmert: PM Israel tak pernah upayakan perdamaian
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Ehud Olmert mengkritik PM Israel saat ini, Benjamin Netanyahu karena telah membuat proses perdamian Israel dan Palestina menjadi diam di tempat.
"Netanyahu tidak mendedikasikan proses perdamaian dengan Palestina menjadi sebuah tindakan realistis, dengan membawa ke sebuah proses perdamian," ungkap Olmert.
Ucapan Olmert ini jelas sebuah serangan terhadap Netanyahu dan memiliki motif tertentu. Namun, belum jelas apakah Olmert berniat kembali mencalonkan diri sebagai PM Israel atau ia akan mendukung kandidat lainnya.
Olmert hanya menegaskan, bahwa ia akan kembali dalam pemilu Israel yang akan digelar pada 22 Januari mendatang untuk menggulingkan Netanyahu.
Seperti diketahui, pekan lalu Olmert menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Otoritas Paletina untuk mengajukan tawaran peningkatan status menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
"Ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memberikan dukungan dan dorongan bagi Abu-Mazen (Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas) dan Salam Fayyad (Perdana Menteri Palestina)," ungap Olmert.
"Netanyahu tidak mendedikasikan proses perdamaian dengan Palestina menjadi sebuah tindakan realistis, dengan membawa ke sebuah proses perdamian," ungkap Olmert.
Ucapan Olmert ini jelas sebuah serangan terhadap Netanyahu dan memiliki motif tertentu. Namun, belum jelas apakah Olmert berniat kembali mencalonkan diri sebagai PM Israel atau ia akan mendukung kandidat lainnya.
Olmert hanya menegaskan, bahwa ia akan kembali dalam pemilu Israel yang akan digelar pada 22 Januari mendatang untuk menggulingkan Netanyahu.
Seperti diketahui, pekan lalu Olmert menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Otoritas Paletina untuk mengajukan tawaran peningkatan status menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
"Ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memberikan dukungan dan dorongan bagi Abu-Mazen (Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas) dan Salam Fayyad (Perdana Menteri Palestina)," ungap Olmert.
(esn)