Petugas sudah evakuasi tiga jenazah
Senin, 03 Desember 2012 - 07:00 WIB
Petugas sudah evakuasi tiga jenazah
A
A
A
Sindonews.com – Setidaknya tiga orang tewas akibat runtuhnya terowongan Sasago, di jalan raya Chuo, Jepang, Minggu (2/12/2012) pagi. Sejumlah kendaraan terperangkap di dalam terowongan yang memiliki panjang 5 km ini. Salah satu kendaraan terbakar dan membuat terowongan dipenuhi asap tebal.
"Asap itu keluar dari dalam terowongan, seolah-olah asap itu meliputi seluruh gunung," kata seorang saksi mata, Kiyoko Toyomura pada kantor berita Jepang, Kyodo. Petugas pemadam kebakaran baru bisa memadamkan api pada pukul 11 siang, tiga jam setelah kebakaran terjadi.
Hingga Minggu malam, sudah 3 korban tewas yang berhasil dievakuasi petugas penyelamat. Petugas memprediksi, masih ada tujuh orang yang terjebak di dalam terowongan yang disebut sebagai salah satu terowongan terpanjang di Jepang itu.
Upaya penyelamatan terhambat, langit-langit terowongan masih terus berjatuhan. Untuk menghindari korban jiwa, aparat terpaksa menghentikan upaya penyelamatan.
"Panel langit-langit beton itu memiliki ketebalan 20 cm dan runtuh dari ketinggian lebih 50-60 meter," kata seorang pejabat dari Pemadam Kebakaran Timur Yamanashi kepada kantor berita AFP.
"Asap itu keluar dari dalam terowongan, seolah-olah asap itu meliputi seluruh gunung," kata seorang saksi mata, Kiyoko Toyomura pada kantor berita Jepang, Kyodo. Petugas pemadam kebakaran baru bisa memadamkan api pada pukul 11 siang, tiga jam setelah kebakaran terjadi.
Hingga Minggu malam, sudah 3 korban tewas yang berhasil dievakuasi petugas penyelamat. Petugas memprediksi, masih ada tujuh orang yang terjebak di dalam terowongan yang disebut sebagai salah satu terowongan terpanjang di Jepang itu.
Upaya penyelamatan terhambat, langit-langit terowongan masih terus berjatuhan. Untuk menghindari korban jiwa, aparat terpaksa menghentikan upaya penyelamatan.
"Panel langit-langit beton itu memiliki ketebalan 20 cm dan runtuh dari ketinggian lebih 50-60 meter," kata seorang pejabat dari Pemadam Kebakaran Timur Yamanashi kepada kantor berita AFP.
(esn)