PBB kutuk serangan bom pemberontak Suriah
Kamis, 29 November 2012 - 12:52 WIB
PBB kutuk serangan bom pemberontak Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan bom yang dilancarkan oleh pemberontak dan menewaskan puluhan penduduk sipil di Jaramana, pinggiran Ibu Kota Damaskus, Rabu (28/11/2012).
"Tidak ada pembenaran saat serangan menargetkan warga sipil. Serangan teror seperti ini tidak dapat diterima," ungkap Ban, seperti dilansir RIA Novosti, Kamis (29/11/2012).
Seperti diketahui, kelompok pemberontak melancarkan empat serangan bom di wilayah yang didominasi oleh umat Kristen dan Druze, Rabu pagi. Jumlah korban tewas akibat serangan tersebut bertambah 20, sehingga totalnya menjadi 54 jiwa. Sementara jumlah korban luka-luka menjadi 120 orang.
"Serangan terakhir ini menggarisbawahi pentingnya menghentikan perang di Suriah. Perang ini telah menimbulkan dilema keamanan yang semakin parah. Harus segera diciptakan perubahan solusi politik damai yang memenuhi aspirasi rakyat Suriah," imbuh Ban.
Serangan ini kemungkinan dilancarkan pemberontak guna mengurangi tekanan militer. Korban tewas akibat serangan ini menambah panjang daftar korban akibat perang yang telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu.
"Tidak ada pembenaran saat serangan menargetkan warga sipil. Serangan teror seperti ini tidak dapat diterima," ungkap Ban, seperti dilansir RIA Novosti, Kamis (29/11/2012).
Seperti diketahui, kelompok pemberontak melancarkan empat serangan bom di wilayah yang didominasi oleh umat Kristen dan Druze, Rabu pagi. Jumlah korban tewas akibat serangan tersebut bertambah 20, sehingga totalnya menjadi 54 jiwa. Sementara jumlah korban luka-luka menjadi 120 orang.
"Serangan terakhir ini menggarisbawahi pentingnya menghentikan perang di Suriah. Perang ini telah menimbulkan dilema keamanan yang semakin parah. Harus segera diciptakan perubahan solusi politik damai yang memenuhi aspirasi rakyat Suriah," imbuh Ban.
Serangan ini kemungkinan dilancarkan pemberontak guna mengurangi tekanan militer. Korban tewas akibat serangan ini menambah panjang daftar korban akibat perang yang telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu.
(esn)