Buntut kebakaran pabrik, ribuan buruh Bangladesh berdemo
Senin, 26 November 2012 - 16:28 WIB
Buntut kebakaran pabrik, ribuan buruh Bangladesh berdemo
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan pekerja tekstil yang marah menggelar aksi demonstrasi di pinggiran kota Dhaka, Senin (26/11/2012). Mereka turun ke jalan sebagai buntut dari kebakaran besar yang melanda pabrik garmen Tazreen. Demonstran menuntut pihak-pihak yang bertanggung jawab atas bencana ini dihukum.
Kebakaran dahsyat ini terjadi sejak Sabtu (24/11/2012) malam dan baru bisa dipadamkan pada Minggu (25/11/2012) pagi. Tak kurang dari 111 karyawan pabrik tewas akibat menghirupa asap dan jatuh dari lantai atas. Selain korban tewas, kebakaran ini juga melukai 150 lainnya.
Menurut pihak berwenang, kebakaran ini adalah kebakaran terburuk yang pernah terjadi di Bangaldesh. Pekerja pabrik garmen Tazreen dan warga memblokir jalan-jalan dan memaksa penutupan pabrik-pabrik lain di pinggiran kota industri Ashulia.
"Saya belum dapat menemukan ibu saya," kata seorang pekerja pabrik Tarzeen, Shahida. "Saya menuntut keadilan, saya menuntut agar pemilik pabrik ditangkap," lanjutnya.
"Ini adalah bencana akibat dari kelalaian tentang keselamatan pekerja dan kesejahteraan mereka," kata Amirul Haque Amin, Presiden Federasi Pekerja Garmen Bangladesh. "Setiap kali kebakaran atau kecelakaan terjadi, pemerintah melakukan investigasi dan pemilik pabrik berjanji akan meningkatkan standar keselamatan kerja. Tapi pada kenyataannya, mereka tak pernah melakukan hal itu,” lanjutnya.
Sejak 2006, sedikitnya 500 pekerja pabrik di Bangladesh tewas akibat kebakaran. Kondisi pabrik di Bangladesh memang memprihatinkan. Bahkan, satu hari setelah kebakaran di pabrik garmen Tazreen bisa dipadamkan, kebakaran melanda pabrik lainnnya.
Pemadam kebakaran setempat melaporkan terjadinya kebakaran di sebuah pabrik garmen di pinggiran Dhaka, Senin (26/11/2012). Namun, seorang pejabat pemadam kebakaran mengatakan, api bisa dikendalikan dan tidak ada korban tewas.
Kebakaran dahsyat ini terjadi sejak Sabtu (24/11/2012) malam dan baru bisa dipadamkan pada Minggu (25/11/2012) pagi. Tak kurang dari 111 karyawan pabrik tewas akibat menghirupa asap dan jatuh dari lantai atas. Selain korban tewas, kebakaran ini juga melukai 150 lainnya.
Menurut pihak berwenang, kebakaran ini adalah kebakaran terburuk yang pernah terjadi di Bangaldesh. Pekerja pabrik garmen Tazreen dan warga memblokir jalan-jalan dan memaksa penutupan pabrik-pabrik lain di pinggiran kota industri Ashulia.
"Saya belum dapat menemukan ibu saya," kata seorang pekerja pabrik Tarzeen, Shahida. "Saya menuntut keadilan, saya menuntut agar pemilik pabrik ditangkap," lanjutnya.
"Ini adalah bencana akibat dari kelalaian tentang keselamatan pekerja dan kesejahteraan mereka," kata Amirul Haque Amin, Presiden Federasi Pekerja Garmen Bangladesh. "Setiap kali kebakaran atau kecelakaan terjadi, pemerintah melakukan investigasi dan pemilik pabrik berjanji akan meningkatkan standar keselamatan kerja. Tapi pada kenyataannya, mereka tak pernah melakukan hal itu,” lanjutnya.
Sejak 2006, sedikitnya 500 pekerja pabrik di Bangladesh tewas akibat kebakaran. Kondisi pabrik di Bangladesh memang memprihatinkan. Bahkan, satu hari setelah kebakaran di pabrik garmen Tazreen bisa dipadamkan, kebakaran melanda pabrik lainnnya.
Pemadam kebakaran setempat melaporkan terjadinya kebakaran di sebuah pabrik garmen di pinggiran Dhaka, Senin (26/11/2012). Namun, seorang pejabat pemadam kebakaran mengatakan, api bisa dikendalikan dan tidak ada korban tewas.
(esn)