Ratusan polisi Filipina mencontek saat ujian
Senin, 26 November 2012 - 16:06 WIB
Ratusan polisi Filipina mencontek saat ujian
A
A
A
Sindonews.com – Kepolisian Filipina memecat 13 anggota mereka dan menempatkan lebih dari 350 lainnya dalam penyidikan, Minggu (25/11/2012). Langkah ini diambil karena ratusan anggota polisi itu dituduh telah melakukan kecurangan saat menjalani ujian tertulis.
“Ke-13 petugas itu dipecat dan sisanya berada di bawah penyelidikan dan juga bisa diberhentikan,” kata Kepala Polisi Daerah, Inspektur Napoleon Estilles pada kantor berita AFP. Dia tidak menjelaskan bagaimana kecurangan itu bisa terungkap. Estilles hanya menyatakan, Dewan Penguji menemukan bahwa para anggota itu melakukan hal yang tak jujur.
Ujian ini digelar sebagai tes masuk kepolisian dan promosi kenaikan pangkat. “Kami membatalkan hasil ujian yang diambil tahun lalu oleh 386 orang di kota Zamboanga. Kami menemukan begitu banyak jawaban salah yang sama persis dalam lembar-lembar ujian itu,” sebut pernyataan Komisi Kepolisian Nasional Filipina.
Media massa Filipina memang gencar menyoroti institusi Kepolisian negara itu karena banyaknya kasus korupsi yang menimpa Kepolisian. Media Filipina juga menyebut, kepolisian kerap bersikap tidak kompeten.
Pada tahun 2010, seorang Perwira Polisi yang frustrasi akibat dipecat dari pekerjaannya atas tuduhan korupsi, membajak sebuah bus yang membawa turis Hong Kong. Sebuah tindakan penyelamatan yang ceroboh, menyebabkan kematian delapan sandera dan si Perwira Polisi.
“Ke-13 petugas itu dipecat dan sisanya berada di bawah penyelidikan dan juga bisa diberhentikan,” kata Kepala Polisi Daerah, Inspektur Napoleon Estilles pada kantor berita AFP. Dia tidak menjelaskan bagaimana kecurangan itu bisa terungkap. Estilles hanya menyatakan, Dewan Penguji menemukan bahwa para anggota itu melakukan hal yang tak jujur.
Ujian ini digelar sebagai tes masuk kepolisian dan promosi kenaikan pangkat. “Kami membatalkan hasil ujian yang diambil tahun lalu oleh 386 orang di kota Zamboanga. Kami menemukan begitu banyak jawaban salah yang sama persis dalam lembar-lembar ujian itu,” sebut pernyataan Komisi Kepolisian Nasional Filipina.
Media massa Filipina memang gencar menyoroti institusi Kepolisian negara itu karena banyaknya kasus korupsi yang menimpa Kepolisian. Media Filipina juga menyebut, kepolisian kerap bersikap tidak kompeten.
Pada tahun 2010, seorang Perwira Polisi yang frustrasi akibat dipecat dari pekerjaannya atas tuduhan korupsi, membajak sebuah bus yang membawa turis Hong Kong. Sebuah tindakan penyelamatan yang ceroboh, menyebabkan kematian delapan sandera dan si Perwira Polisi.
(esn)