Pemerintah Spanyol tolak pembicaraan dengan separatis ETA
Senin, 26 November 2012 - 08:30 WIB
Pemerintah Spanyol tolak pembicaraan dengan separatis ETA
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Spanyol menolak tawaran pembicaraan yang dilayangkan kelompok separatis bersenjata, Basque ETA. Pemerintah Spanyol menuntut kelompok itu membubarkan diri tanpa syarat. Sebelumnya, ETA menyerukan perundingan mengenai tahanan dan serah terima senjata.
ETA mengeluarkan sebuah pernyataan yang diterbitkan di media Basque pada akhir pekan, bahwa mereka ingin mengadakan pembicaraan dengan Pemerintah Spanyol dan Perancis untuk menegosiasikan akhir definitif untuk operasi militer dan penyerahan senjata.
"Satu-satunya pernyataan yang kita harapkan dan permintaan adalah untuk pembubaran tanpa syarat," kata Menteri Dalam Negeri Spanyol, Jorge Fernandez Diaz pada wartawan, Minggu (25/11/2012).
"Mereka tahu kami belum pernah bernegosiasi dan tidak akan pernah bernegosiasi dengan organisasi teroris," lanjut Diaz.
Setahun lalu, ETA mengumumkan mengakhiri perjuangan bersenjata selama empat dekade untuk memperoleh kemerdekaan. Selama kurun itu, 800 orang telah tewas.
Meski telah mengaku telah mengakhiri perjuangan bersenjata, namun ETA tidak sepenuhnya menghentikan operasi atau menyerahkan senjatanya. Kelompok ini telah melanggar gencatan senjata di masa lalu.
ETA telah melemah secara signifikan dalam tahun-tahun terakhir ini, karena banyak pemimpinnya yang telah ditangkap dan banyak senjata yang berhasil disita aparat.
Saat ini, ratusan anggota ETA ditahan di seluruh penjara Spanyol. Kelompok ini menginginkan pembicaraan, setelah mereka pindah ke wilayah Basque.
ETA mengeluarkan sebuah pernyataan yang diterbitkan di media Basque pada akhir pekan, bahwa mereka ingin mengadakan pembicaraan dengan Pemerintah Spanyol dan Perancis untuk menegosiasikan akhir definitif untuk operasi militer dan penyerahan senjata.
"Satu-satunya pernyataan yang kita harapkan dan permintaan adalah untuk pembubaran tanpa syarat," kata Menteri Dalam Negeri Spanyol, Jorge Fernandez Diaz pada wartawan, Minggu (25/11/2012).
"Mereka tahu kami belum pernah bernegosiasi dan tidak akan pernah bernegosiasi dengan organisasi teroris," lanjut Diaz.
Setahun lalu, ETA mengumumkan mengakhiri perjuangan bersenjata selama empat dekade untuk memperoleh kemerdekaan. Selama kurun itu, 800 orang telah tewas.
Meski telah mengaku telah mengakhiri perjuangan bersenjata, namun ETA tidak sepenuhnya menghentikan operasi atau menyerahkan senjatanya. Kelompok ini telah melanggar gencatan senjata di masa lalu.
ETA telah melemah secara signifikan dalam tahun-tahun terakhir ini, karena banyak pemimpinnya yang telah ditangkap dan banyak senjata yang berhasil disita aparat.
Saat ini, ratusan anggota ETA ditahan di seluruh penjara Spanyol. Kelompok ini menginginkan pembicaraan, setelah mereka pindah ke wilayah Basque.
(esn)