Penjaga pantai Italia cegat 358 imigran Afrika
Minggu, 25 November 2012 - 21:26 WIB
Penjaga pantai Italia cegat 358 imigran Afrika
A
A
A
Sindonews.com - Penjaga pantai Italia menyatakan telah berhasil mencegat 359 imigran asal Afrika yang mencoba masuk ke negara itu, Sabtu (24/11/2012). Ratusan imigran ini menumpang 2 kapal kayu reyot.
“235 imigran yang berasal dari sub-Sahara Afrika, menumpang perahu kayu reyot dan 123 lainnya terlihat menumpang perahu karet,” kata pernyataan Penjaga Pantai Italia. Pihak berwenang Italia belum bisa memastikan, dari mana kapal itu berangkat.
Penjaga Pantai Italia hanya memastikan, saat ini semua imigran itu berada dalam kondisi sehat dan langsung diangkut menuju ke pusat penerimaan penungsi.
Italia telah menanggung beban migrasi yang cukup besar. Selama beberapa tahun terakhir, imigran dari benua Afrika nekat berlayar menuju Eropa Selatan. Para imigran mengatakan, mereka tertarik oleh prospek kehidupan yang lebih baik di Eropa.
Sebagian besar imigran mengambil risiko berlayar di Laut Mediterania dengan menggunakan kapal nelayan yang kecil dan penuh sesak. Ribuan orang imigran meninggal, setelah kapal mereka karam. Ada pula korban yang tewas akibat kekurangan makanan dan air selama pelayaran.
“235 imigran yang berasal dari sub-Sahara Afrika, menumpang perahu kayu reyot dan 123 lainnya terlihat menumpang perahu karet,” kata pernyataan Penjaga Pantai Italia. Pihak berwenang Italia belum bisa memastikan, dari mana kapal itu berangkat.
Penjaga Pantai Italia hanya memastikan, saat ini semua imigran itu berada dalam kondisi sehat dan langsung diangkut menuju ke pusat penerimaan penungsi.
Italia telah menanggung beban migrasi yang cukup besar. Selama beberapa tahun terakhir, imigran dari benua Afrika nekat berlayar menuju Eropa Selatan. Para imigran mengatakan, mereka tertarik oleh prospek kehidupan yang lebih baik di Eropa.
Sebagian besar imigran mengambil risiko berlayar di Laut Mediterania dengan menggunakan kapal nelayan yang kecil dan penuh sesak. Ribuan orang imigran meninggal, setelah kapal mereka karam. Ada pula korban yang tewas akibat kekurangan makanan dan air selama pelayaran.
(esn)