Para ahli akan teliti tulang Arafat
Minggu, 25 November 2012 - 19:33 WIB
Para ahli akan teliti tulang Arafat
A
A
A
Sindonews.com - Pada ahli dari Swiss, Perancis, dan Rusia akan mengambil sampel tulang Yasser Arafat, Selasa (27/11/2012). “Mereka akan memeriksa sampel di negara asal mereka,” kata Tawfik Tirawi, Kepala tim Palestina yang menyelidiki kematian Arafat.
“Arafat akan dimakamkan kembali pada hari yang sama dengan penghormatan militer, namun upacara akan ditutup untuk umum,” ujar Tirawi dalam konferensi pers di Ramallah, Sabtu (24/11/2012).
Dia tidak menentukan kapan hasil penelitian akan diumumkan. “Penelitian bisa berlangsung berbulan-bulan,” lanjutnya. Pada awal bulan ini, para pekerja mulai membongkar makam Arafat, setelah pemerintah Otoritas Palestina menyetujui penyidikan ini.
Pemerintah Otoritas Palestina di Tepi Barat sempat ragu, sebelum akhirnya menyetujui untuk menggali sisa-sisa jenazah Arafat. Keraguan ini muncul karena kepekaan budaya dan agama.
Sejak pertengahan November, makam tersebut telah dikelilingi dengan terpal biru dan jalan menuju makam Arafat ditutup untuk umum. Arafat masih dihormati di wilayah Palestina dan para pejabat Palestina mengatakan, mereka tidak ingin proses penggalian makam diamati oleh media.
Arafat meninggal pada November 2004 di sebuah rumah sakit militer di Perancis, sebulan setelah ia tiba-tiba jatuh sakit. Para pejabat Palestina mengklaim, ia telah diracun oleh Israel. Namun, Palestina belum mengajukan bukti-bukti. Israel sendiri telah membantah tuduhan tersebut.
Awal tahun ini, zat radioaktif mematikan dideteksi dalam pakaian Arafat. Temuan ini memicu investigasi baru. Para ahli mengatakan, mereka perlu memeriksa jenazah Arafat untuk mempelajari lebih lanjut.
Tidak ada jaminan penggalian akan memecahkan misteri itu. Zat polonium-210 diketahui cepat membusuk dan para ahli terpecah dalam beberapa pendapat soal apakah sampel yang tersisa akan cukup untuk pengujian.
“Arafat akan dimakamkan kembali pada hari yang sama dengan penghormatan militer, namun upacara akan ditutup untuk umum,” ujar Tirawi dalam konferensi pers di Ramallah, Sabtu (24/11/2012).
Dia tidak menentukan kapan hasil penelitian akan diumumkan. “Penelitian bisa berlangsung berbulan-bulan,” lanjutnya. Pada awal bulan ini, para pekerja mulai membongkar makam Arafat, setelah pemerintah Otoritas Palestina menyetujui penyidikan ini.
Pemerintah Otoritas Palestina di Tepi Barat sempat ragu, sebelum akhirnya menyetujui untuk menggali sisa-sisa jenazah Arafat. Keraguan ini muncul karena kepekaan budaya dan agama.
Sejak pertengahan November, makam tersebut telah dikelilingi dengan terpal biru dan jalan menuju makam Arafat ditutup untuk umum. Arafat masih dihormati di wilayah Palestina dan para pejabat Palestina mengatakan, mereka tidak ingin proses penggalian makam diamati oleh media.
Arafat meninggal pada November 2004 di sebuah rumah sakit militer di Perancis, sebulan setelah ia tiba-tiba jatuh sakit. Para pejabat Palestina mengklaim, ia telah diracun oleh Israel. Namun, Palestina belum mengajukan bukti-bukti. Israel sendiri telah membantah tuduhan tersebut.
Awal tahun ini, zat radioaktif mematikan dideteksi dalam pakaian Arafat. Temuan ini memicu investigasi baru. Para ahli mengatakan, mereka perlu memeriksa jenazah Arafat untuk mempelajari lebih lanjut.
Tidak ada jaminan penggalian akan memecahkan misteri itu. Zat polonium-210 diketahui cepat membusuk dan para ahli terpecah dalam beberapa pendapat soal apakah sampel yang tersisa akan cukup untuk pengujian.
(esn)