104 tewas dalam kebakaran pabrik di Bangladesh
Minggu, 25 November 2012 - 16:32 WIB
104 tewas dalam kebakaran pabrik di Bangladesh
A
A
A
Sindonews.com - Lebih dari 100 pekerja tewas ketika api membakar sebuah pabrik garmen di Dhaka, Ibu Kota Bangladesh, Sabtu (24/11/2012) malam. Pemadam kebakaran berjuang keras untuk memadamkan api yang bersumber dari lantai dasar pabrik itu.
Setelah perjuangan keras, baru pada Minggu (25/11/2012) siang api bisa dipadamkan. Pabrik garmen Tarzeen ini terletak 30 km Utara Dhaka. Pabrik ini memproduksi busana C&A yang berbasis di Belanda dan Li & Fung yang berbasis di Hong Kong.
Banyak pekerja yang terperangkap di lantai atas pabrik, dengan nekat memutuskan diri untuk melompat. Sebagian besar pekerja yang terdiri dari kaum wanita, tak tahan lagi dengan asap tebal dan panas yang memenuhi ruangan pabrik.
"Saya melompat dari jendela lantai empat dan mendapati diri saya berada di atap lantai tiga bangunan lain. Beberapa orang jatuh dari jendela dan meninggal. Ada lebih dari 1.000 pekerja yang terjebak di dalam pabrik,” kata Romesa (42), salah seorang pekerja yang selamat setelah melompat.
Menurut Direktur Operasional Pemadam Kebakaran setempat, Mayor Mahbub, sebagian korban tewas akibat menghirup asap. “Ada 104 jenazah, termasuk beberapa yang tewas setelah melompat dari lantai atas. Sebagian besar meninggal karena mati lemas," jelasnya.
Pemilik pabrik Tazreen, Delwar Hossain, mengatakan kepada AFP, bahwa penyebab kebakaran itu belum diketahui. Namun, ia membantah kalau pabriknya dikatakan tidak aman.
"Ini adalah kerugian besar bagi staf saya dan pabrik saya. Ini adalah pertama kalinya kebakaran terjadi. Saya memiliki 7 panrik,” jelas Hossain.
Setelah perjuangan keras, baru pada Minggu (25/11/2012) siang api bisa dipadamkan. Pabrik garmen Tarzeen ini terletak 30 km Utara Dhaka. Pabrik ini memproduksi busana C&A yang berbasis di Belanda dan Li & Fung yang berbasis di Hong Kong.
Banyak pekerja yang terperangkap di lantai atas pabrik, dengan nekat memutuskan diri untuk melompat. Sebagian besar pekerja yang terdiri dari kaum wanita, tak tahan lagi dengan asap tebal dan panas yang memenuhi ruangan pabrik.
"Saya melompat dari jendela lantai empat dan mendapati diri saya berada di atap lantai tiga bangunan lain. Beberapa orang jatuh dari jendela dan meninggal. Ada lebih dari 1.000 pekerja yang terjebak di dalam pabrik,” kata Romesa (42), salah seorang pekerja yang selamat setelah melompat.
Menurut Direktur Operasional Pemadam Kebakaran setempat, Mayor Mahbub, sebagian korban tewas akibat menghirup asap. “Ada 104 jenazah, termasuk beberapa yang tewas setelah melompat dari lantai atas. Sebagian besar meninggal karena mati lemas," jelasnya.
Pemilik pabrik Tazreen, Delwar Hossain, mengatakan kepada AFP, bahwa penyebab kebakaran itu belum diketahui. Namun, ia membantah kalau pabriknya dikatakan tidak aman.
"Ini adalah kerugian besar bagi staf saya dan pabrik saya. Ini adalah pertama kalinya kebakaran terjadi. Saya memiliki 7 panrik,” jelas Hossain.
(esn)