PM Thailand hadapi mosi tidak percaya
Minggu, 25 November 2012 - 16:30 WIB
PM Thailand hadapi mosi tidak percaya
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri (PM) Thailand, Yingluck Shinawatra, menghadapi mosi tidak percaya yang diluncurkan oleh lawan politiknya di Parlemen, Minggu (25/11/2012). Mosi ini dilancarkan, satu hari setelah aksi demonstrasi yang berujung pada kekerasan di Bangkok.
"PM telah gagal untuk memerintah negara ini seperti yang dijanjikan. Dia membiarkan korupsi," kata Ketua Partai Demokrat Jurin Laksanavisit, yang juga oposisi pemerintah. Pernyataan ini disampaikan Laksanavisit dalam awal sebuah perdebatan, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
"Dia juga memungkinkan orang luar untuk mempengaruhi dan mengendalikan pemerintahannya," tambah Laksanavisit. Yingluck, yang dituduh oleh lawan politiknya sebagai boneka dari PM terdahulu, Thaksin Shinawatra, mengatakan kepada wartawan, bahwa ia yakin pemerintahnya bisa mempertahankan diri.
Rancananya, perdebatan ini akan dilanjutlan dengan mosi tidak percaya pada Yingluck. Mosi tidak percaya akan secara resmi dilayangkan pada hari terakhir perdebatan, Rabu (28/11/2012).
Pada Sabtu (24/11/2012), polisi anti huru-hara bentrok dengan demonstran anti-pemerintah di Bangkok. Polisi menembakkan gas air mata dan menangkap 138 demonstran. Polisi mengatakan, pada Minggu (25/11/2012), mereka telah membebaskan 137 pengunjuk rasa. Hanya 1 orang yang masih ditahan, dengan tuduhan melanggar undang-undang keamanan khusus.
"PM telah gagal untuk memerintah negara ini seperti yang dijanjikan. Dia membiarkan korupsi," kata Ketua Partai Demokrat Jurin Laksanavisit, yang juga oposisi pemerintah. Pernyataan ini disampaikan Laksanavisit dalam awal sebuah perdebatan, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
"Dia juga memungkinkan orang luar untuk mempengaruhi dan mengendalikan pemerintahannya," tambah Laksanavisit. Yingluck, yang dituduh oleh lawan politiknya sebagai boneka dari PM terdahulu, Thaksin Shinawatra, mengatakan kepada wartawan, bahwa ia yakin pemerintahnya bisa mempertahankan diri.
Rancananya, perdebatan ini akan dilanjutlan dengan mosi tidak percaya pada Yingluck. Mosi tidak percaya akan secara resmi dilayangkan pada hari terakhir perdebatan, Rabu (28/11/2012).
Pada Sabtu (24/11/2012), polisi anti huru-hara bentrok dengan demonstran anti-pemerintah di Bangkok. Polisi menembakkan gas air mata dan menangkap 138 demonstran. Polisi mengatakan, pada Minggu (25/11/2012), mereka telah membebaskan 137 pengunjuk rasa. Hanya 1 orang yang masih ditahan, dengan tuduhan melanggar undang-undang keamanan khusus.
(esn)