Korut diduga siapkan uji coba rudal jarak jauh
Jum'at, 23 November 2012 - 19:48 WIB
Korut diduga siapkan uji coba rudal jarak jauh
A
A
A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) diduga tengah mempersiapkan sebuah uji coba untuk menjajal rudal jarak jauh mereka. Laporan tentang kemungkinan uji coba ini diterbitkan sebuah surat kabar Jepang, Asahi Shimbun.
“Di bawah sanksi berat PBB untuk program nuklir, Korut dapat mempersiapkan uji coba rudal balistik jarak jauh,” sebut laporan Asahi, Jumat (23/11/2012), mengutip para pejabat yang telah melihat analisis intelijen Amerika Serikat (AS).
"AS telah mendeteksi langkah yang dilihat sebagai persiapan oleh Korut untuk peluncuran rudal jarak jauh, yang bisa berlangsung pada awal bulan ini," sebut laporan Asahi, mengutip pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya.
Laporan itu muncul hanya beberapa pekan sebelum pemilu Korea Selatan (Korsel), 19 Desember mendatang. Uji coba rudal jarak jauh Korut memang jadi isu besar dalam kampanye pemilu Korsel. Hingga kini, secara teknis Korsel dan Korut masih dalam status perang. Mereka baru menyetujui gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.
AS memang kerap membagi informasi sensitif tentang Korut, pada dua sekutunya di kawasan Asia, Korsel dan Jepang. Korut diyakini telah mengembangkan rudal balistik jarak jauh yang bisa menjangkau hingga 6.700 km.
Laporan menyebut, Korut telah melakukan dua kali tes, namun gagal. Pada April lalu, di bawah perintah Kim Jong-un, Korut telah meluncurkan roket yang terbang hanya beberapa menit, sebelum jatuh ke laut yang terletak antara Korut dan China. Korut sendiri mengaku, peluncuran pada April lalu itu bertujuan untuk menempatkan satelit ilmiah ke orbit.
“Di bawah sanksi berat PBB untuk program nuklir, Korut dapat mempersiapkan uji coba rudal balistik jarak jauh,” sebut laporan Asahi, Jumat (23/11/2012), mengutip para pejabat yang telah melihat analisis intelijen Amerika Serikat (AS).
"AS telah mendeteksi langkah yang dilihat sebagai persiapan oleh Korut untuk peluncuran rudal jarak jauh, yang bisa berlangsung pada awal bulan ini," sebut laporan Asahi, mengutip pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya.
Laporan itu muncul hanya beberapa pekan sebelum pemilu Korea Selatan (Korsel), 19 Desember mendatang. Uji coba rudal jarak jauh Korut memang jadi isu besar dalam kampanye pemilu Korsel. Hingga kini, secara teknis Korsel dan Korut masih dalam status perang. Mereka baru menyetujui gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.
AS memang kerap membagi informasi sensitif tentang Korut, pada dua sekutunya di kawasan Asia, Korsel dan Jepang. Korut diyakini telah mengembangkan rudal balistik jarak jauh yang bisa menjangkau hingga 6.700 km.
Laporan menyebut, Korut telah melakukan dua kali tes, namun gagal. Pada April lalu, di bawah perintah Kim Jong-un, Korut telah meluncurkan roket yang terbang hanya beberapa menit, sebelum jatuh ke laut yang terletak antara Korut dan China. Korut sendiri mengaku, peluncuran pada April lalu itu bertujuan untuk menempatkan satelit ilmiah ke orbit.
(esn)