Jadwal penerbangan Selandia Baru terganggu
Jum'at, 23 November 2012 - 12:43 WIB
Jadwal penerbangan Selandia Baru terganggu
A
A
A
Sindonews.com - Jadwal penerbangan di seluruh Pulau Utara,Selandia Baru,kemarin, mengalami gangguan akibat abu letusan Gunung Tongariro.
Maskapai penerbangan Air New Zealand menyebutkan, akibat letusan itu, penerbangan ke Taupo dan Giborne dibatalkan sampai abu itu tidak mengganggu penerbangan.
”Maskapai ini bekerja sama dengan pihak berwenang yang relevan untuk keamanan penyesuaian rute penerbangan untuk memastikan jika pesawat terhindar dari abu apa pun dan tetap memberikan layanan yang aman kepada masyarakat yang bepergian,”papar maskapai itu kemarin, seperti dikutip AFP.
Sementara, lembaga pemantauan resmi GNS Science mengatakan, meski gunung berapi yang digunakan sebagai latar film The Lord of the Rings sudah dalam kondisi tenang, kondisinya tetap tak terduga.
"Kami (bisa) memperkirakan letusan lain dengan ukuran yang sama setiap saat selama beberapa minggu ke depan.Letusan tidak diperkirakan akan meningkat dalam jumlah yang besar,” ujar vulkanolog Brad Scott.
Ilmuwan pun memperingatkan bahwa gunung bisa meledak sewaktu-waktu. Gunung Tongariro, di tengah Pulau Utara, meletus untuk kedua kalinya pada Rabu (21/11), setelah letusan pertama pada Agustus lalu. Gunung ini tidak aktif selama lebih dari satu abad.
Hanya beberapa hari sebelum gunung itu meletus, para ilmuwan memperingatkan, gunung berapi di negara tetangga, Gunung Ruapehu,siap meletus.
Dengan dua gunung berapi dalam kondisi aktif sekarang, Departemen Konservasi mengatakan, trek pendakian dan sejumlah jalan di Taman Nasional Tongariro telah ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Maskapai penerbangan Air New Zealand menyebutkan, akibat letusan itu, penerbangan ke Taupo dan Giborne dibatalkan sampai abu itu tidak mengganggu penerbangan.
”Maskapai ini bekerja sama dengan pihak berwenang yang relevan untuk keamanan penyesuaian rute penerbangan untuk memastikan jika pesawat terhindar dari abu apa pun dan tetap memberikan layanan yang aman kepada masyarakat yang bepergian,”papar maskapai itu kemarin, seperti dikutip AFP.
Sementara, lembaga pemantauan resmi GNS Science mengatakan, meski gunung berapi yang digunakan sebagai latar film The Lord of the Rings sudah dalam kondisi tenang, kondisinya tetap tak terduga.
"Kami (bisa) memperkirakan letusan lain dengan ukuran yang sama setiap saat selama beberapa minggu ke depan.Letusan tidak diperkirakan akan meningkat dalam jumlah yang besar,” ujar vulkanolog Brad Scott.
Ilmuwan pun memperingatkan bahwa gunung bisa meledak sewaktu-waktu. Gunung Tongariro, di tengah Pulau Utara, meletus untuk kedua kalinya pada Rabu (21/11), setelah letusan pertama pada Agustus lalu. Gunung ini tidak aktif selama lebih dari satu abad.
Hanya beberapa hari sebelum gunung itu meletus, para ilmuwan memperingatkan, gunung berapi di negara tetangga, Gunung Ruapehu,siap meletus.
Dengan dua gunung berapi dalam kondisi aktif sekarang, Departemen Konservasi mengatakan, trek pendakian dan sejumlah jalan di Taman Nasional Tongariro telah ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.
(esn)