Israel mau berdiplomasi, tapi tetap siap menyerang
Selasa, 20 November 2012 - 09:16 WIB
Israel mau berdiplomasi, tapi tetap siap menyerang
A
A
A
Sindonews.com – Pembicaraan menuju terciptanya gencatan senjata antara militer Israel dengan militan Palestina terus diusahakan Mesir. Perdana Menteri Mesir, Hisham Kandil, jadi salah satu sosok yang berusaha mendamaikan kedua belah pihak.
"Saya pikir kita sudah dekat, tetapi sifat negosiasi semacam ini sangat sulit untuk diprediksi," kata Kandil dalam sebuah wawancara di Kairo untuk KTT Investasi Timur Tengah, Senin (19/11/2012) malam seperti dikutip dari Reuters.
Dua faksi Palestina, Hamas dan Jihad Islam telah mengirim wakil mereka ke Kairo. Media Israel mengatakan, sebuah delegasi dari Israel juga sudah tiba di Kairo untuk melakukan pembicaraan gencatan senjata.
Namun, seorang juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak berkomentar tentang masalah tersebut. "Israel siap dan telah mengambil langkah-langkah untuk serangan darat yang akan menangani mesin-mesin militer Hamas," kata seorang pejabat senior yang dekat dengan Netanyahu.
"Kami akan lebih memilih untuk melihat solusi diplomatik yang akan menjamin perdamaian bagi penduduk Israel di Selatan. Jika itu mungkin, maka operasi darat akan tidak lagi diperlukan. Jika diplomasi gagal, kita mungkin tak memiliki pilihan lain, kecuali mengirimkan pasukan darat," tambahnya.
Sekjen PBB Ban Ki-moon juga dijadwalkan tiba di Kairo untuk mengusahakan terciptanya gencatan senjata. Sementara Menteri luar negeri Mesir diperkirakan akan mengunjungi Gaza pada Selasa (20/11/2012), bersama dengan delegasi Menlu negara-negara Liga Arab.
"Saya pikir kita sudah dekat, tetapi sifat negosiasi semacam ini sangat sulit untuk diprediksi," kata Kandil dalam sebuah wawancara di Kairo untuk KTT Investasi Timur Tengah, Senin (19/11/2012) malam seperti dikutip dari Reuters.
Dua faksi Palestina, Hamas dan Jihad Islam telah mengirim wakil mereka ke Kairo. Media Israel mengatakan, sebuah delegasi dari Israel juga sudah tiba di Kairo untuk melakukan pembicaraan gencatan senjata.
Namun, seorang juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak berkomentar tentang masalah tersebut. "Israel siap dan telah mengambil langkah-langkah untuk serangan darat yang akan menangani mesin-mesin militer Hamas," kata seorang pejabat senior yang dekat dengan Netanyahu.
"Kami akan lebih memilih untuk melihat solusi diplomatik yang akan menjamin perdamaian bagi penduduk Israel di Selatan. Jika itu mungkin, maka operasi darat akan tidak lagi diperlukan. Jika diplomasi gagal, kita mungkin tak memiliki pilihan lain, kecuali mengirimkan pasukan darat," tambahnya.
Sekjen PBB Ban Ki-moon juga dijadwalkan tiba di Kairo untuk mengusahakan terciptanya gencatan senjata. Sementara Menteri luar negeri Mesir diperkirakan akan mengunjungi Gaza pada Selasa (20/11/2012), bersama dengan delegasi Menlu negara-negara Liga Arab.
(esn)