Tiba di Kamboja, Obama bahas HAM
Selasa, 20 November 2012 - 07:45 WIB
Tiba di Kamboja, Obama bahas HAM
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menginjakan kaki di Kamboja, Senin (20/11/2012) malam. Kamboja jadi negara ketiga dan terakhir dalam lawatan Obama di Asia Tenggara. Sebelum tiba di Kamboja, Obama terlebih dahulu mengunjungi Thailand dan Myanmar.
Di Kamboja, Obama bertemu dengan pemimpin-pemimpin ASEAN dan Asia, serta pemimpin negara lain yang tengah menghadiri KTT Regional di Phnom Penh. Obama dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan 10 pemimpin ASEAN, serta Perdana Menteri China Wen Jiabao dan PM Jepang, Yoshihiko Noda.
Khusus untuk Kamboja, Obama mendesak pemimpin Kamboja, Hun Sen untuk mengadakan pemilu yang adil dan membebaskan para tahanan politik. Obama menyoroti pelanggaran hak asasi manusia di negara itu.
Obama mengatakan kepada Hun Sen, bahwa catatan Kamboja soal Hak Asasi Manusia (HAM) akan menjadi penghalang untuk hubungan yang lebih dalam dengan AS. "Dia (Obama) menyoroti sejumlah masalah yang dianggap memprihatinkan di Kamboja," kata Ben Rhodes, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Obama.
"Secara khusus, saya akan mengatakan kebutuhan bagi mereka untuk bergerak menuju pemilu yang adil dan bebas, kebutuhan untuk sebuah komisi pemilihan independen, terkait dengan pemilu tersebut. Kebutuhan ini memungkinkan pembebasan tahanan politik dan partai-partai oposisi untuk dapat berpartisipasi," lanjutnya.
Sebagai tanggapan, Hun Sen mengatakan, bahwa kekhawatiran atas HAM itu dibesar-besarkan dan bahwa Kamboja memiliki catatan yang lebih baik daripada banyak negara.
Di Kamboja, Obama bertemu dengan pemimpin-pemimpin ASEAN dan Asia, serta pemimpin negara lain yang tengah menghadiri KTT Regional di Phnom Penh. Obama dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan 10 pemimpin ASEAN, serta Perdana Menteri China Wen Jiabao dan PM Jepang, Yoshihiko Noda.
Khusus untuk Kamboja, Obama mendesak pemimpin Kamboja, Hun Sen untuk mengadakan pemilu yang adil dan membebaskan para tahanan politik. Obama menyoroti pelanggaran hak asasi manusia di negara itu.
Obama mengatakan kepada Hun Sen, bahwa catatan Kamboja soal Hak Asasi Manusia (HAM) akan menjadi penghalang untuk hubungan yang lebih dalam dengan AS. "Dia (Obama) menyoroti sejumlah masalah yang dianggap memprihatinkan di Kamboja," kata Ben Rhodes, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Obama.
"Secara khusus, saya akan mengatakan kebutuhan bagi mereka untuk bergerak menuju pemilu yang adil dan bebas, kebutuhan untuk sebuah komisi pemilihan independen, terkait dengan pemilu tersebut. Kebutuhan ini memungkinkan pembebasan tahanan politik dan partai-partai oposisi untuk dapat berpartisipasi," lanjutnya.
Sebagai tanggapan, Hun Sen mengatakan, bahwa kekhawatiran atas HAM itu dibesar-besarkan dan bahwa Kamboja memiliki catatan yang lebih baik daripada banyak negara.
(esn)