Beberapa kelompok pemberontak Suriah tolak koalisi opsisi
Senin, 19 November 2012 - 22:03 WIB
Beberapa kelompok pemberontak Suriah tolak koalisi opsisi
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok pemberontak terbesar Suriah di Provinsi Aleppo, termasuk Al-Nusra, menolak mengakui gabungan beberapa kaum pemberontak Suriah yang menamakan diri Koalisi Oposisi Nasional. Beberapa hari terakhir, perwakilan Koalisi Oposisi Nasional melakukan gerilya di luar negeri untuk mencari dukungan internasional.
"Kami, para regu tempur di kota dan Provinsi Aleppo, dengan suara bulat menolak proyek konspirasi yang disebut Koalisi Oposisi Nasional dan mengumumkan kesepakatan kami untuk mendirikan negara Islam di Suriah,” sebut pernyataan kelompok pemberontak di Aleppo yang disiarkan lewat sebuah video, Senin (19/11/2012).
Dalam tayangan video ini terlihat seorang pembicara tak dikenal yang duduk bersama dengan 30 orang lain di sebuah meja rapat. Di belakang mereka nampak bendera hitam bertuliskan huruf arab. "Kami menolak setiap koalisi eksternal atau dewan yang dipaksakan pada kami dari pihak manapun juga," lanjut pernyataan itu.
Ada 14 kelompok bersenjata yang menandatangani pernyataan ini, termasuk Ahrar al-Sham dan Liwa al-Tauhid. Setelah pernyataan itu, seorang pria lain mengangkat salinan Al-Quran, dan mengarahkan ke kamera, seraya mengatakan bahwa Al-Quran lah yang harus menjadi konstitusi. "Allah adalah yang terbesar," kata kelompok itu serempak.
Abdel Jabbar al-Okaidi, Kepala Angkatan Darat Tentara Pembebasan Suriah, mengatakan kepada AFP bahwa pernyataan itu tidak mewakili pendapat dari semua kelompok pemberontak di provinsi tersebut.
"Kelompok-kelompok ini mewakili sejumlah faksi militer di lapangan dan mencerminkan posisi mereka. Tetapi, tidak semua pasukan militer di Aleppo setuju dengan hal ini," kata Okaidi. "Dewan militer telah mengumumkan dukungannya bagi Koalisi Nasional dan bekerja sama dengan mereka," tambahnya.
Koalisi Nasional dibentuk di Doha pada 11 November dan bertujuan untuk menyajikan sebuah front bersatu kepada masyarakat internasional dan melobi senjata dan uang tunai untuk membantu menggulingkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Kami, para regu tempur di kota dan Provinsi Aleppo, dengan suara bulat menolak proyek konspirasi yang disebut Koalisi Oposisi Nasional dan mengumumkan kesepakatan kami untuk mendirikan negara Islam di Suriah,” sebut pernyataan kelompok pemberontak di Aleppo yang disiarkan lewat sebuah video, Senin (19/11/2012).
Dalam tayangan video ini terlihat seorang pembicara tak dikenal yang duduk bersama dengan 30 orang lain di sebuah meja rapat. Di belakang mereka nampak bendera hitam bertuliskan huruf arab. "Kami menolak setiap koalisi eksternal atau dewan yang dipaksakan pada kami dari pihak manapun juga," lanjut pernyataan itu.
Ada 14 kelompok bersenjata yang menandatangani pernyataan ini, termasuk Ahrar al-Sham dan Liwa al-Tauhid. Setelah pernyataan itu, seorang pria lain mengangkat salinan Al-Quran, dan mengarahkan ke kamera, seraya mengatakan bahwa Al-Quran lah yang harus menjadi konstitusi. "Allah adalah yang terbesar," kata kelompok itu serempak.
Abdel Jabbar al-Okaidi, Kepala Angkatan Darat Tentara Pembebasan Suriah, mengatakan kepada AFP bahwa pernyataan itu tidak mewakili pendapat dari semua kelompok pemberontak di provinsi tersebut.
"Kelompok-kelompok ini mewakili sejumlah faksi militer di lapangan dan mencerminkan posisi mereka. Tetapi, tidak semua pasukan militer di Aleppo setuju dengan hal ini," kata Okaidi. "Dewan militer telah mengumumkan dukungannya bagi Koalisi Nasional dan bekerja sama dengan mereka," tambahnya.
Koalisi Nasional dibentuk di Doha pada 11 November dan bertujuan untuk menyajikan sebuah front bersatu kepada masyarakat internasional dan melobi senjata dan uang tunai untuk membantu menggulingkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(esn)