Israel tak duga mendapat serangan cyber
Senin, 19 November 2012 - 16:28 WIB
Israel tak duga mendapat serangan cyber
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Israel harus berjuang keras untuk menghadapi serangan cyber akibat agresinya di Jalur Gaza. Pada akhir pekan lalu, aktivis online yang tergabung dalam kelompok Anonymous mengaku telah menyerang ratusan situs milik puluhan lembaga negara Israel dan bank-bank di negara itu.
Serangan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap serangan militer Israel ke Jalur Gaza.
Menurut para hacker, operasi yang diberi sandi "OpIsrael" itu telah merusak dan menghapus total situs milik 650 lembaga swasta dan publik Israel, termasuk situs Bank of Yerusalem, salah satu bank utama di negara itu.
Sebelumnya, Israel tak menduga akan mendapat serangan cyber. "Serangan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Menteri Keuangan Israel, Yuval Steinitz, yang juga bertugas mengawasi keamanan internet negara itu, Minggu (19/11/2012).
Meski Anonymous mengaku melancarkan serangan gencar, namun Steinitz menegaskan pihaknya berhasil menangkis sebagian besar serangan. “Israel berhasil menangkal 44 juta serangan cyber ke situs pemerintah. Semua serangan bisa digagalkan, kecuali satu yang menargetkan situs tertentu yang berlangsung selama enam atau tujuh menit," lanjutnya.
Anonymous juga mengaku menyerang situs Kementerian Luar Negeri Israel, sebagai bentuk protes terhadap ancaman Israel yang akan memotong jaringan internet di Jalur Gaza.
"Ketika pemerintah Israel secara terbuka mengancam akan memutuskan semua Internet dan saluran telekomunikasi lainnya untuk masuk dan keluar dari Gaza, mereka telah melewati batas,” lanjut pernyataan itu.
Jika Israel benar-benar memutus jaringan komunikasi di Gaza, Anonymous mengancam negara itu dengan “kemarahan yang tak terkendali dari Anonymous".
Serangan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap serangan militer Israel ke Jalur Gaza.
Menurut para hacker, operasi yang diberi sandi "OpIsrael" itu telah merusak dan menghapus total situs milik 650 lembaga swasta dan publik Israel, termasuk situs Bank of Yerusalem, salah satu bank utama di negara itu.
Sebelumnya, Israel tak menduga akan mendapat serangan cyber. "Serangan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Menteri Keuangan Israel, Yuval Steinitz, yang juga bertugas mengawasi keamanan internet negara itu, Minggu (19/11/2012).
Meski Anonymous mengaku melancarkan serangan gencar, namun Steinitz menegaskan pihaknya berhasil menangkis sebagian besar serangan. “Israel berhasil menangkal 44 juta serangan cyber ke situs pemerintah. Semua serangan bisa digagalkan, kecuali satu yang menargetkan situs tertentu yang berlangsung selama enam atau tujuh menit," lanjutnya.
Anonymous juga mengaku menyerang situs Kementerian Luar Negeri Israel, sebagai bentuk protes terhadap ancaman Israel yang akan memotong jaringan internet di Jalur Gaza.
"Ketika pemerintah Israel secara terbuka mengancam akan memutuskan semua Internet dan saluran telekomunikasi lainnya untuk masuk dan keluar dari Gaza, mereka telah melewati batas,” lanjut pernyataan itu.
Jika Israel benar-benar memutus jaringan komunikasi di Gaza, Anonymous mengancam negara itu dengan “kemarahan yang tak terkendali dari Anonymous".
(esn)