Palestina desak Liga Arab gelar pertemuan darurat
Senin, 19 November 2012 - 16:23 WIB
Palestina desak Liga Arab gelar pertemuan darurat
A
A
A
Sindonews.com - Otoritas Palestina di Tepi Barat mendesak Liga Arab untuk mengadakan pertemuan puncak darurat untuk membahas operasi militer Israel terhadap Gaza. Permintaan ini disampaikan Barakat Al-Farra, Wakil Tetap Otoritas Palestina untuk Liga Arab, Minggu (18/11/2012).
Beberapa jam setelah Farra menyampaikan permintaan ini, Sekjen Liga Arab, Nabil al-Araby langsung memberitahu semua negara anggota Liga Arab.
"Liga Arab telah mengatur untuk secepatnya mengadakan pertemuan puncak guna membahas situasi di Gaza dan Palestina. Pertemuan ini untuk membahas bentuk dukungan, tidak hanya secara politik, tapi juga secara finansial," kata Araby.
Para Menteri Luar Negeri anggota Liga Arab menyatakan telah mengadakan pertemuan darurat di Kairo pada Sabtu (17/11/2012) malam untuk membahas operasi milter Israel di Jalur Gaza.
Araby mengatakan, setelah pertemuan tingkat menteri itu, kemungkinan Liga Arab akan meninjau perjanjian damai Palestina dan mempelajari kemungkinan mengubah prinsip-prinsip umum dari inisiatif perdamaian Arab 2002.
Pada tahun 2002, negara-negara Arab menawarkan kesepakatan damai pada Israel dan pengakuan diplomatik. Kesepakatan damai dan pengakuan ini diiringi syarat, Israel menarik mundur semua pasukannya di wilayah yang diduduki seusai perjanjian 1967. Seusai perjanjian 1967, Yerusalem Timur dinyatakan sebagai Ibu Kota Palestina.
Hingga kini, serangan Israel terhadap jalur Gaza terus berlangsung. Menurut al jazeera, pada Senin (19/11/2012), tiga warga Palestina dilaporkan tewas. Jumlah ini menambah besar angka korban tewas selama satu pekan pertikaian di Jalur Gaza.
Beberapa jam setelah Farra menyampaikan permintaan ini, Sekjen Liga Arab, Nabil al-Araby langsung memberitahu semua negara anggota Liga Arab.
"Liga Arab telah mengatur untuk secepatnya mengadakan pertemuan puncak guna membahas situasi di Gaza dan Palestina. Pertemuan ini untuk membahas bentuk dukungan, tidak hanya secara politik, tapi juga secara finansial," kata Araby.
Para Menteri Luar Negeri anggota Liga Arab menyatakan telah mengadakan pertemuan darurat di Kairo pada Sabtu (17/11/2012) malam untuk membahas operasi milter Israel di Jalur Gaza.
Araby mengatakan, setelah pertemuan tingkat menteri itu, kemungkinan Liga Arab akan meninjau perjanjian damai Palestina dan mempelajari kemungkinan mengubah prinsip-prinsip umum dari inisiatif perdamaian Arab 2002.
Pada tahun 2002, negara-negara Arab menawarkan kesepakatan damai pada Israel dan pengakuan diplomatik. Kesepakatan damai dan pengakuan ini diiringi syarat, Israel menarik mundur semua pasukannya di wilayah yang diduduki seusai perjanjian 1967. Seusai perjanjian 1967, Yerusalem Timur dinyatakan sebagai Ibu Kota Palestina.
Hingga kini, serangan Israel terhadap jalur Gaza terus berlangsung. Menurut al jazeera, pada Senin (19/11/2012), tiga warga Palestina dilaporkan tewas. Jumlah ini menambah besar angka korban tewas selama satu pekan pertikaian di Jalur Gaza.
(esn)