Presiden Israel tuduh Hamas tolak perdamaian
Senin, 19 November 2012 - 07:30 WIB
Presiden Israel tuduh Hamas tolak perdamaian
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Israel, Shimon Peres menyambut baik upaya Mesir untuk terciptanya gencatan senjata di Jalur Gaza. Namun, Peres menuding Hamas menolak upaya itu.
"Kami menghargai upaya Presiden Mesir (Mohamed Morsi) untuk memperkenalkan gencatan senjata. Tapi sampai sekarang, Hamas telah menolak usulan Presiden Mesir," kata Peres seperti dikutip dari news.com.au, Minggu (18/11/2012).
Menurut Peres, Hamas bahkan tak mendengarkan seruan dari negara-negara Arab. “Kami tidak meningkatkan serangan sama sekali. Apa yang Israel lakukan adalah membela diri. Kami tidak memiliki tujuan untuk menaklukkan Gaza," ucap Peres.
Ia mengaku, bahwa sebenarnya Israel menginginkan perdamaian. "Pada dasarnya tujuan kami adalah kedamaian. Sementara tujuan mereka adalah untuk menghancurkan Israel, ini bukan situasi yang mudah," kata Peres.
"Kami sangat berhati-hati untuk tidak mnghancurkan setiap kehidupan sipil dan mereka berkonsentrasi untuk menyerang kehidupan sipil kami. Hamas menembaki pemukiman kami, di rumah kami, di taman kanak-kanak kami, di sekolah kami. Apa yang akan negara lain lakukan untuk mencoba untuk menghentikannya, tanpa memukul kehidupan sipil?” lanjut Peres.
Ia menegaskan, bahwa militer Israel berupaya sedapat mungkin menghindari jatuhnya korban sipil di kalangan warga Palestina. “Tapi sayangnya, mereka menggunakan rumah mereka, bahkan masjid-masjid untuk menyembunyikan senjata. Kami akan terus dengan prinsip, bahwa kami tidak terbawa oleh kemarahan atau kesalahpahaman. Pemerintah Israel bersikap layaknya pemerintah yang bertanggung jawab yang harus membela warganya, tua dan muda," papar Peres.
"Kami menghargai upaya Presiden Mesir (Mohamed Morsi) untuk memperkenalkan gencatan senjata. Tapi sampai sekarang, Hamas telah menolak usulan Presiden Mesir," kata Peres seperti dikutip dari news.com.au, Minggu (18/11/2012).
Menurut Peres, Hamas bahkan tak mendengarkan seruan dari negara-negara Arab. “Kami tidak meningkatkan serangan sama sekali. Apa yang Israel lakukan adalah membela diri. Kami tidak memiliki tujuan untuk menaklukkan Gaza," ucap Peres.
Ia mengaku, bahwa sebenarnya Israel menginginkan perdamaian. "Pada dasarnya tujuan kami adalah kedamaian. Sementara tujuan mereka adalah untuk menghancurkan Israel, ini bukan situasi yang mudah," kata Peres.
"Kami sangat berhati-hati untuk tidak mnghancurkan setiap kehidupan sipil dan mereka berkonsentrasi untuk menyerang kehidupan sipil kami. Hamas menembaki pemukiman kami, di rumah kami, di taman kanak-kanak kami, di sekolah kami. Apa yang akan negara lain lakukan untuk mencoba untuk menghentikannya, tanpa memukul kehidupan sipil?” lanjut Peres.
Ia menegaskan, bahwa militer Israel berupaya sedapat mungkin menghindari jatuhnya korban sipil di kalangan warga Palestina. “Tapi sayangnya, mereka menggunakan rumah mereka, bahkan masjid-masjid untuk menyembunyikan senjata. Kami akan terus dengan prinsip, bahwa kami tidak terbawa oleh kemarahan atau kesalahpahaman. Pemerintah Israel bersikap layaknya pemerintah yang bertanggung jawab yang harus membela warganya, tua dan muda," papar Peres.
(esn)