Melihat korban tewas, PM Mesir teteskan air mata
Sabtu, 17 November 2012 - 07:30 WIB
Melihat korban tewas, PM Mesir teteskan air mata
A
A
A
Sindonews.com – Sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, Perdana Menteri Mesir Hisham Kandil mengunjungi jalur Gaza pada Jumat (16/11/2012). Kunjungan Kandil ini dijaga ketat oleh personel keamanan Mesir yang mengenakan jaket anti peluru dan membawa senapan serbu.
Meski militer Israel maupun pihak militan Palestina berjanji untuk saling menahan diri selama kunjungan Kandil di Jalur Gaza, namun nyatanya rudal tetap diluncurkan dari kedua belah pihak. Kandil pun melihat dengan mata kepala sendiri, ketika penduduk sipil Palestina meregang nyawa.
Bersama dengan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh, Kandil mengunjungi rumah sakit Shifa di Gaza City. Kandil menyaksikan petugas medis membawa tubuh tak bernyawa seorang bocah berusia empat tahun.
Kandil tak kuasa menahan air matanya. “Anak itu tewas dalam serangan udara Israel. Saya mendesak agar Israel menghentikan operasi udara mereka,” ujar Kandil. Kerabat si anak menjelaskan, bocah itu tewas ada pukul 8.30 pagi, saat di mana Kandil baru menginjakan kaki di Jalur Gaza.
"Apa yang saya lihat hari ini di rumah sakit, orang yang terluka dan para martir. Seorang anak laki-laki, Mohammad Yasser, menjadi martir. Darahnya masih ada di tangan dan pakaian saya. Ini adalah sesuatu yang tak bisa kita diamkan,” tandas Kandil.
Meski militer Israel maupun pihak militan Palestina berjanji untuk saling menahan diri selama kunjungan Kandil di Jalur Gaza, namun nyatanya rudal tetap diluncurkan dari kedua belah pihak. Kandil pun melihat dengan mata kepala sendiri, ketika penduduk sipil Palestina meregang nyawa.
Bersama dengan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh, Kandil mengunjungi rumah sakit Shifa di Gaza City. Kandil menyaksikan petugas medis membawa tubuh tak bernyawa seorang bocah berusia empat tahun.
Kandil tak kuasa menahan air matanya. “Anak itu tewas dalam serangan udara Israel. Saya mendesak agar Israel menghentikan operasi udara mereka,” ujar Kandil. Kerabat si anak menjelaskan, bocah itu tewas ada pukul 8.30 pagi, saat di mana Kandil baru menginjakan kaki di Jalur Gaza.
"Apa yang saya lihat hari ini di rumah sakit, orang yang terluka dan para martir. Seorang anak laki-laki, Mohammad Yasser, menjadi martir. Darahnya masih ada di tangan dan pakaian saya. Ini adalah sesuatu yang tak bisa kita diamkan,” tandas Kandil.
(esn)