PM Jepang bubarkan parlemen
Jum'at, 16 November 2012 - 16:08 WIB
PM Jepang bubarkan parlemen
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihiko Noda membubarkan majelis rendah parlemen negara itu pada Jumat (16/11/2012) pagi. Tindakan ini diprediksi bisa membawa kerugian bagi partainya pada pemilihan umum bulan depan.
Seperti dikutip dari CNN, keputusan ini diambil di bawah tekanan dari oposisi utama Partai Liberal Demokrat (LDP). LDP dipimpin oleh Shinzo Abe, mantan PM yang mengundurkan diri dengan alasan kesehatan pada tahun 2007, setelah hanya satu tahun menjabat sebagai PM.
Menurut konstitusi Jepang, pemilu harus diselenggarakan dalam waktu 40 hari setelah pembubaran parlemen. Beberapa pengamat menilai, tak satu pun dari dua partai utama akan mampu mengamankan cukup suara dalam pemilu untuk membentuk pemerintahan mayoritas.
Noda sendiri mengaku akan menggelar konfrensi pers pada Jumat malam di kediaman resminya untuk menjelaskan pembubaran paelemen ini kepada warga Jepang.
“Saya pikir, saya bisa membubarkan majelis rendah pada Jumat, jika LDP membuat kesepakatan soal
pemotongan jumlah anggota parlemen di majelis rendah menjadi 480 kursi," kata Noda pada Rabu (14/11/2012) di sebuah debat parlemen dengan LDP.
Abe mengaku, LDP ingin bekerja sama dengan Partai Demokrat yang berkuasa di Jepang pada penerbitan RUU reformasi sistem pemilu. Pemilihan umum di Jepang dijadwalkan pada 16 Desember dan kampanye akan dimulai pada 4 Desember.
Seperti dikutip dari CNN, keputusan ini diambil di bawah tekanan dari oposisi utama Partai Liberal Demokrat (LDP). LDP dipimpin oleh Shinzo Abe, mantan PM yang mengundurkan diri dengan alasan kesehatan pada tahun 2007, setelah hanya satu tahun menjabat sebagai PM.
Menurut konstitusi Jepang, pemilu harus diselenggarakan dalam waktu 40 hari setelah pembubaran parlemen. Beberapa pengamat menilai, tak satu pun dari dua partai utama akan mampu mengamankan cukup suara dalam pemilu untuk membentuk pemerintahan mayoritas.
Noda sendiri mengaku akan menggelar konfrensi pers pada Jumat malam di kediaman resminya untuk menjelaskan pembubaran paelemen ini kepada warga Jepang.
“Saya pikir, saya bisa membubarkan majelis rendah pada Jumat, jika LDP membuat kesepakatan soal
pemotongan jumlah anggota parlemen di majelis rendah menjadi 480 kursi," kata Noda pada Rabu (14/11/2012) di sebuah debat parlemen dengan LDP.
Abe mengaku, LDP ingin bekerja sama dengan Partai Demokrat yang berkuasa di Jepang pada penerbitan RUU reformasi sistem pemilu. Pemilihan umum di Jepang dijadwalkan pada 16 Desember dan kampanye akan dimulai pada 4 Desember.
(esn)