Jelang kunjungan Obama, Myanmar akan bebaskan 452 tahanan
Kamis, 15 November 2012 - 14:10 WIB
Jelang kunjungan Obama, Myanmar akan bebaskan 452 tahanan
A
A
A
Sindonews.com - Jelang kunjungan Presiden Amerikan Serikat (AS)Barack Obama pekan depan, pemerintah Myanmar akan membebaskan sekitar 452 tahanan yang tidak membangkang pada pemerintah.
"Pembebasan tahanan dilakukan untuk membantu mempromosikan niat baik dan juga hubungan bilatera," ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Myanmar seperti diberitakan dalam the star, (15/11/2012).
"Tahanan yang punya hati nurani akan dibebaskan, namun belum jelas berapa banyak orang yang akan dibebaskan," imbuh Mendagri Myanmar.
Sementara itu, Perwakilan Asosiasi bantuan tahanan politik Myanmar (AAPP) Bo Kyi mengaku belum mendengar bahwa akan ada tahanan politik yang dibasakan, mereka masih akan mencari tahu apakah ada tahanan politik yang akan dibebaskan. "Saya belum mendengar kabar bahwa ada tahanan politik yang akan dibebaskan kali ini," ungkap Bo Kyi.
"Biasanya pihak keluarga para tahanan yang tinggal jauh dari penjara akan dikabarkan oleh pihak penjara sebelumnya," terang Bo Kyi
Obama akan bertemu Presiden Myanmar Thein Sein pada Senin (19/11/2012) pekan depan. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses demokrasi yang mulai terbangun di negara itu. Selain Myanmar, Obama juga akan mengunjungi Thailand dan Kamboja dalam lawatan luar negeri pertama usai terpilih kembali sebagai Presiden AS.
"Pembebasan tahanan dilakukan untuk membantu mempromosikan niat baik dan juga hubungan bilatera," ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Myanmar seperti diberitakan dalam the star, (15/11/2012).
"Tahanan yang punya hati nurani akan dibebaskan, namun belum jelas berapa banyak orang yang akan dibebaskan," imbuh Mendagri Myanmar.
Sementara itu, Perwakilan Asosiasi bantuan tahanan politik Myanmar (AAPP) Bo Kyi mengaku belum mendengar bahwa akan ada tahanan politik yang dibasakan, mereka masih akan mencari tahu apakah ada tahanan politik yang akan dibebaskan. "Saya belum mendengar kabar bahwa ada tahanan politik yang akan dibebaskan kali ini," ungkap Bo Kyi.
"Biasanya pihak keluarga para tahanan yang tinggal jauh dari penjara akan dikabarkan oleh pihak penjara sebelumnya," terang Bo Kyi
Obama akan bertemu Presiden Myanmar Thein Sein pada Senin (19/11/2012) pekan depan. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses demokrasi yang mulai terbangun di negara itu. Selain Myanmar, Obama juga akan mengunjungi Thailand dan Kamboja dalam lawatan luar negeri pertama usai terpilih kembali sebagai Presiden AS.
(esn)