Al-Qaeda dikerahkan di perbatasan Turki & Suriah
Rabu, 14 November 2012 - 17:02 WIB
Al-Qaeda dikerahkan di perbatasan Turki & Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Milisi Al-Qaeda diberitakan telah dikerahakan di wilayah sekitar Aleppo dan sepanjang perbatasan Suriah dan Turki. Lokasi yang telah dijadikan benteng oleh pemberontak Suriah dalam perang melawan pasukan Pemerintah Suriah.
Seberti diberitakan kantor berita Fars, Rabu (14/11/2012), kelompok yang kerap dicap sebagai teroris ini telah berafiliasi dengan front kemenangan Jabhat al-Nasra, kubu pemberontak Suriah. Al-Qaeda berbasis di wilayah perbatasan utara Aleppo dan mendapat dukungan dari tentara Turki.
Turki bekerja sama dengan Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Qatar dalam mendukung kelompok pemberontak di Suriah. Sikap ini membuat inisiatif perdamaian PBB yang diusung oleh dua utusan Kofi Annan dan Lakhdar Brahimi tak kunjung membuahkan hasil.
Seperti diberitakan sejumlah media Arab akhir bulan lalu, Turki meminta Yaman mendirikan sebuah pangkalan untuk melatih teroris dan pemberontak Suriah. Menurut media Barakish, permintaan tersebut disampaikan saat Menlu Turki, Ahmet Davutoglu mengunjungi Yaman akhir Oktober lalu.
Tidak hanya itu, Davutoglu juga dikabarkan berunding dengan sejumlah pejabat Yaman untuk membeli senjata dari pemerintah Rusia untuk kaum pemberontak Suriah, Free Syrian Army (FSA).
Sementara itu, militer Suriah menyatakan lingkungan Sheikh Saeed di wilayah selatan Aleppo sebagai zona aman. Ini terjadi setelah operasi militer Suriah berhasil menyingkirkan kaum pemberontak di Sheikh Saeed.
Seberti diberitakan kantor berita Fars, Rabu (14/11/2012), kelompok yang kerap dicap sebagai teroris ini telah berafiliasi dengan front kemenangan Jabhat al-Nasra, kubu pemberontak Suriah. Al-Qaeda berbasis di wilayah perbatasan utara Aleppo dan mendapat dukungan dari tentara Turki.
Turki bekerja sama dengan Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Qatar dalam mendukung kelompok pemberontak di Suriah. Sikap ini membuat inisiatif perdamaian PBB yang diusung oleh dua utusan Kofi Annan dan Lakhdar Brahimi tak kunjung membuahkan hasil.
Seperti diberitakan sejumlah media Arab akhir bulan lalu, Turki meminta Yaman mendirikan sebuah pangkalan untuk melatih teroris dan pemberontak Suriah. Menurut media Barakish, permintaan tersebut disampaikan saat Menlu Turki, Ahmet Davutoglu mengunjungi Yaman akhir Oktober lalu.
Tidak hanya itu, Davutoglu juga dikabarkan berunding dengan sejumlah pejabat Yaman untuk membeli senjata dari pemerintah Rusia untuk kaum pemberontak Suriah, Free Syrian Army (FSA).
Sementara itu, militer Suriah menyatakan lingkungan Sheikh Saeed di wilayah selatan Aleppo sebagai zona aman. Ini terjadi setelah operasi militer Suriah berhasil menyingkirkan kaum pemberontak di Sheikh Saeed.
(esn)