Arab Saudi tuding Iran langgar batas wilayah
Selasa, 13 November 2012 - 19:31 WIB
Arab Saudi tuding Iran langgar batas wilayah
A
A
A
Sindonews.com - Arab Saudi menuduh Iran telah melanggar batas wilayah. Pemerintah Arab Saudi telah mengirim surat pengaduan atas insiden ini ke PBB.
"Saya telah menyerahkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Surat itu berisi rincian pelanggaran yang dilakukan Iran. Iran telah melakukan pelanggaran konvensi resmi dan perjanjian antara Iran dan Arab Saudi," jelas Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdullah al-Mualimi, seperti dikutip dari Okaz, Selasa (13/11/2012).
Arab Saudi menyatakan, helikopter Iran beberapa kali terbang di atas ladang minyak dan gas di Hasba. Surat itu juga mengatakan, dua kapal Angkatan Laut Iran mencegat kapal milik perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco.
Mualimi menyatakan, Pemerintah Arab Saudi tidak meminta intervensi internasional, tetapi akan mempelajari langkah-langkah praktis yang tepat untuk menangani masalah ini. “Kerajaan Arab Saudi berhak untuk merespon dengan tindakan yang tepat untuk melindungi wilayahnya dan minyak,” lanjut Mualimi.
Kementerian Luar Negeri Aras Saudi telah mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri Iran dan meminta agar insiden tersebut tidak terulang lagi. “Arab Saudi menekankan, bahwa daerah di mana insiden terjadi adalah milik Arab Saudi di bawah perjanjian yang ditandatangani antara kedua negara pada tahun 1968,” tambah Mualimi.
"Saya telah menyerahkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Surat itu berisi rincian pelanggaran yang dilakukan Iran. Iran telah melakukan pelanggaran konvensi resmi dan perjanjian antara Iran dan Arab Saudi," jelas Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdullah al-Mualimi, seperti dikutip dari Okaz, Selasa (13/11/2012).
Arab Saudi menyatakan, helikopter Iran beberapa kali terbang di atas ladang minyak dan gas di Hasba. Surat itu juga mengatakan, dua kapal Angkatan Laut Iran mencegat kapal milik perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco.
Mualimi menyatakan, Pemerintah Arab Saudi tidak meminta intervensi internasional, tetapi akan mempelajari langkah-langkah praktis yang tepat untuk menangani masalah ini. “Kerajaan Arab Saudi berhak untuk merespon dengan tindakan yang tepat untuk melindungi wilayahnya dan minyak,” lanjut Mualimi.
Kementerian Luar Negeri Aras Saudi telah mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri Iran dan meminta agar insiden tersebut tidak terulang lagi. “Arab Saudi menekankan, bahwa daerah di mana insiden terjadi adalah milik Arab Saudi di bawah perjanjian yang ditandatangani antara kedua negara pada tahun 1968,” tambah Mualimi.
(esn)