Mantan PM Bangladesh puji Jong-un
Senin, 12 November 2012 - 13:46 WIB
Mantan PM Bangladesh puji Jong-un
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Ghazi Zafar Ahmed mengungkapkan kekagumanya kepada pemimpin muda Korea Utara (Korut), Kim Jong-un saat berkunjung ke Korut.
"Jong-un adalah seorang pemimpin yang telah menarik perhatian dunia dengan melakukan revolusi di awal karirnya sebagai pemimpin," ungkap Ahmed seperti diberitakan KCNA, Minggu (11/11/2012).
Ahmed mengatakan, pemimpin muda ini memiliki bakat kepemimpinan yang diturunkan ayah dan kekeknya. Bakat ini membuat Jong-un diprediksi mampu melanjutkan kepemimpinan ayahnya, Kim Jong-il.
"Dan yang paling menyentuh adalah, dia menyayangi rakyat Korut," imbuh Ahmed. Ia menambahkan, pemimpin muda Korut tersebut kini tengah mengejar sebuah kebijakan yang belum pernah terjadi dalam sejarah politik dunia, yakni mencintai generasi muda.
Konsep tersebut dicetuskan Jong-un untuk melanjutkan kesuksesan dua pemimpin besar Korut sebelumnya. Setelah merdeka, dua pemimpin Korut sebelumnya, Jong-il dan Kim Il-sung (kekek Jong-un) gencar menentang imperialisme dengan berbagai ideologi dan kegiatan teoritis lainya.
Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu masih tetap belum bisa menebak pola kepemimpinan yang akan diterapkan Jong-un. "Apakah pemimpin baru Korut akan mengikuti jalan yang berbahaya seperti yang dilakukan ayahnya, masih belum jelas hingga kini,” ujar Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta.
Jong-un yang diyakini berada pada usia akhir 20-an, terkesan berusaha untuk melunakkan citra masam ayahnya yang dikenal sebagai diktator. Meski sikapnya terkesan lebih lunak dibanding sang ayah, tapi untuk urusan militer, Jong-un tetap tegas dan keras. Jong-un meneruskan kebijakan militer yang diusung ayahnya. Panetta menunjuk persiapan gigih Korut untuk rudal, tes nuklir, dan pengayaan uranium sebagai bukti.
"Jong-un adalah seorang pemimpin yang telah menarik perhatian dunia dengan melakukan revolusi di awal karirnya sebagai pemimpin," ungkap Ahmed seperti diberitakan KCNA, Minggu (11/11/2012).
Ahmed mengatakan, pemimpin muda ini memiliki bakat kepemimpinan yang diturunkan ayah dan kekeknya. Bakat ini membuat Jong-un diprediksi mampu melanjutkan kepemimpinan ayahnya, Kim Jong-il.
"Dan yang paling menyentuh adalah, dia menyayangi rakyat Korut," imbuh Ahmed. Ia menambahkan, pemimpin muda Korut tersebut kini tengah mengejar sebuah kebijakan yang belum pernah terjadi dalam sejarah politik dunia, yakni mencintai generasi muda.
Konsep tersebut dicetuskan Jong-un untuk melanjutkan kesuksesan dua pemimpin besar Korut sebelumnya. Setelah merdeka, dua pemimpin Korut sebelumnya, Jong-il dan Kim Il-sung (kekek Jong-un) gencar menentang imperialisme dengan berbagai ideologi dan kegiatan teoritis lainya.
Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu masih tetap belum bisa menebak pola kepemimpinan yang akan diterapkan Jong-un. "Apakah pemimpin baru Korut akan mengikuti jalan yang berbahaya seperti yang dilakukan ayahnya, masih belum jelas hingga kini,” ujar Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta.
Jong-un yang diyakini berada pada usia akhir 20-an, terkesan berusaha untuk melunakkan citra masam ayahnya yang dikenal sebagai diktator. Meski sikapnya terkesan lebih lunak dibanding sang ayah, tapi untuk urusan militer, Jong-un tetap tegas dan keras. Jong-un meneruskan kebijakan militer yang diusung ayahnya. Panetta menunjuk persiapan gigih Korut untuk rudal, tes nuklir, dan pengayaan uranium sebagai bukti.
(esn)