Pemberontak Sudan klaim berhasil rebut sebuah tank
Minggu, 11 November 2012 - 18:12 WIB
Pemberontak Sudan klaim berhasil rebut sebuah tank
A
A
A
Sindonews.com - Pemberontak di wilayah Darfur, sebelah Barat Sudan, mengaku telah menyerang sebuah konvoi militer Pemerintah Sudan yang melintas di wilayah itu, Sabtu (10/11/2012). Seperti dikutip dari the star, kaum pemberontak juga mengaku berhasil menyita sebuah tank dan beberapa kendaraan militer lainnya.
Gerakan Keadilan dan Kesetaraan, sebuah kelompok pemberontak yang memiliki perlengkapan militer paling kuat di Darfur, mengaku berada di balik serangan itu. Kelompok ini adalah bagian dari Tentara Pembebasan Sudan yang dipimpin oleh Minni Minnawi.
”Kemenangan yang sangat besar atas pasukan pemerintah dan milisi bentukan pemerintah,” sebut sebuah pernyataan yang dikeluarkan kaum pemberontak. Serangan ini dilakukan pada konvoi yang terdiri dari 200 kendaraan, yang melintas antara Shangil Tobaya dan Umm Zerega di Darfur Utara.
Pemberontak mengaku berhasil memberikan pukulan telak pada pihak pemerintah, tapi mereka tak memberikan rincian. Sementara Pemerintah Sudan sendiri tak mau mengomentari serangan ini.
Hingga kini, klaim kubu pemberontak itu tidak dapat diverifikasi secara independen. Kedua belah pihak sering mengeluarkan klaim bertentangan tentang pertempuran yang terjadi.
Konflik telah berkobar di wilayah terpencil itu sejak pemberontak mengangkat senjata melawan pasukan pemerintah pada tahun 2003. PBB mengatakan, ada kemungkinan 300 ribu orang telah tewas dalam pertempuran Darfur.
Pemerintah Sudan memobilisasi tentara dan milisi yang sebagian besar dari Arab untuk meredam pemberontakan di Darfur. Meski pasukan perdamaian telah diterjunkan, namun kontak senjata antara kedua belah pihak masih saja terjadi.
Pengadilan Kriminal Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Presiden Sudan, Omar Hassan al-Bashir dan pejabat lainnya atas tuduhan kejahatan perang di Darfur. Namun, Bashir dan para bawahannya menyangkal tuduhan itu.
Gerakan Keadilan dan Kesetaraan, sebuah kelompok pemberontak yang memiliki perlengkapan militer paling kuat di Darfur, mengaku berada di balik serangan itu. Kelompok ini adalah bagian dari Tentara Pembebasan Sudan yang dipimpin oleh Minni Minnawi.
”Kemenangan yang sangat besar atas pasukan pemerintah dan milisi bentukan pemerintah,” sebut sebuah pernyataan yang dikeluarkan kaum pemberontak. Serangan ini dilakukan pada konvoi yang terdiri dari 200 kendaraan, yang melintas antara Shangil Tobaya dan Umm Zerega di Darfur Utara.
Pemberontak mengaku berhasil memberikan pukulan telak pada pihak pemerintah, tapi mereka tak memberikan rincian. Sementara Pemerintah Sudan sendiri tak mau mengomentari serangan ini.
Hingga kini, klaim kubu pemberontak itu tidak dapat diverifikasi secara independen. Kedua belah pihak sering mengeluarkan klaim bertentangan tentang pertempuran yang terjadi.
Konflik telah berkobar di wilayah terpencil itu sejak pemberontak mengangkat senjata melawan pasukan pemerintah pada tahun 2003. PBB mengatakan, ada kemungkinan 300 ribu orang telah tewas dalam pertempuran Darfur.
Pemerintah Sudan memobilisasi tentara dan milisi yang sebagian besar dari Arab untuk meredam pemberontakan di Darfur. Meski pasukan perdamaian telah diterjunkan, namun kontak senjata antara kedua belah pihak masih saja terjadi.
Pengadilan Kriminal Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Presiden Sudan, Omar Hassan al-Bashir dan pejabat lainnya atas tuduhan kejahatan perang di Darfur. Namun, Bashir dan para bawahannya menyangkal tuduhan itu.
(esn)