Kawanan pencuri ternak bunuh empat polisi Kenya
Minggu, 11 November 2012 - 17:44 WIB
Kawanan pencuri ternak bunuh empat polisi Kenya
A
A
A
Sindonews.com - Empat polisi Kenya dilaporkan tewas ketika kawanan pencuri ternak menyergap mereka dengan serangan senjata api dan bom, Sabtu (10/11/2012). Seperti dikutip dari the star, insiden ini terjadi di Utara Samburu.
“Para petugas itu disergap oleh milisi Turkana pada tengah hari. Penyergapan ini terjadi saat polisi sedang mengejar para pencuri ternak,” ujar Komisaris Polisi Osman Warfa. Milisi Turkana memang kerap melakukan pencurian ternak di Samburu.
Warfa mengatakan, korban tewas adalah seorang Inspektur Polisi dari Unit Layanan paramiliter Umum, seorang petugas dari kepolisian reguler, dan dua dari cadangan polisi.
Suku dari Turkana dan Samburu memang kerap terlibat dalam pertikaian seputar masalah ternak dan tanah pengembalaan. Mereka acap bertikai memperebutkan titik air dan lahan yang subur bagi ternak-ternak mereka. Para penggembala ternak dari kedua suku ini selalu membawa senjata api saat menggembala ternak mereka.
Pada September lalu, puluhan warga desa dibunuh oleh perampok bersenjata di daerah pesisir Sungai Tana. Kejadian ini menciptakan masalah keamanan menjelang pemilihan Presiden Kenya yang dijadwalkan berlangsung pada Maret tahun depan.
“Para petugas itu disergap oleh milisi Turkana pada tengah hari. Penyergapan ini terjadi saat polisi sedang mengejar para pencuri ternak,” ujar Komisaris Polisi Osman Warfa. Milisi Turkana memang kerap melakukan pencurian ternak di Samburu.
Warfa mengatakan, korban tewas adalah seorang Inspektur Polisi dari Unit Layanan paramiliter Umum, seorang petugas dari kepolisian reguler, dan dua dari cadangan polisi.
Suku dari Turkana dan Samburu memang kerap terlibat dalam pertikaian seputar masalah ternak dan tanah pengembalaan. Mereka acap bertikai memperebutkan titik air dan lahan yang subur bagi ternak-ternak mereka. Para penggembala ternak dari kedua suku ini selalu membawa senjata api saat menggembala ternak mereka.
Pada September lalu, puluhan warga desa dibunuh oleh perampok bersenjata di daerah pesisir Sungai Tana. Kejadian ini menciptakan masalah keamanan menjelang pemilihan Presiden Kenya yang dijadwalkan berlangsung pada Maret tahun depan.
(esn)