George Sabra ditunjuk jadi pemimpin oposisi Suriah
Sabtu, 10 November 2012 - 13:59 WIB
George Sabra ditunjuk jadi pemimpin oposisi Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Oposisi Suriah (SNC) menunjuk politisi sayap kiri yang beragama kristen, George Sabra sebagai pemimpin SNC dalam perundingan di Qatar.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Sabtu (10/11/2012) penunjukan Sabra sebagai pemimpin SNC, membuktikan bahwa mereka bukanlah organisasi sektarian.
"Masyarakat internasional harus terus mendukung perjuangan SNC dengan mengirimkan lebih banyak senjata untuk menggulingkan rezim Bashar a-Assad," ungkap Sabra usai ditunjuk menjadi pemimpin SNC
Kedepanya kelompok oposisi terbesar yang pergerakanya didanai oleh Amerika Serikat dan negara Teluk akan terus merangkul semua kelompok oposisi di Suriah. Memang tidak mudah namun, SNC ingin agar kelompok oposisi Suriah satu suara melawan Rezim pemerintah Suria.
Sabra didampingi wakilnya Farouq Tayfour dari organisasi Ikhwanul Muslimin akan menjabat hingga 6 bulan ke depan.
Sabra merupakan musuh bebuyutan ayah Presiden Suriah, Hafez al-Assad yang pernah beberapa kali dijebloskan ke penjara. Sosoknya dikenal sebagai pemimpin kelompok Komunis di Suriah ini tidak lagi tinggal di Suriah, akhir tahun lalu melarikan diri ke Turki.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Sabtu (10/11/2012) penunjukan Sabra sebagai pemimpin SNC, membuktikan bahwa mereka bukanlah organisasi sektarian.
"Masyarakat internasional harus terus mendukung perjuangan SNC dengan mengirimkan lebih banyak senjata untuk menggulingkan rezim Bashar a-Assad," ungkap Sabra usai ditunjuk menjadi pemimpin SNC
Kedepanya kelompok oposisi terbesar yang pergerakanya didanai oleh Amerika Serikat dan negara Teluk akan terus merangkul semua kelompok oposisi di Suriah. Memang tidak mudah namun, SNC ingin agar kelompok oposisi Suriah satu suara melawan Rezim pemerintah Suria.
Sabra didampingi wakilnya Farouq Tayfour dari organisasi Ikhwanul Muslimin akan menjabat hingga 6 bulan ke depan.
Sabra merupakan musuh bebuyutan ayah Presiden Suriah, Hafez al-Assad yang pernah beberapa kali dijebloskan ke penjara. Sosoknya dikenal sebagai pemimpin kelompok Komunis di Suriah ini tidak lagi tinggal di Suriah, akhir tahun lalu melarikan diri ke Turki.
(esn)