Obamacare bisa diteruskan
Sabtu, 10 November 2012 - 13:41 WIB
Obamacare bisa diteruskan
A
A
A
Sindonews.com - Republikan tetap mendukung program asuransi kesehatan Presiden Barack Obama atau yang dikenal dengan ”Obamacare” pada periode kedua masa pemerintahannya. Obamacare merupakan program Obama dalam bidang reformasi perawatan kesehatan dan kebijakan lain.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS John Boehner menegaskan, dia menarik pernyataan sebelumnya yang menyatakan siap menggagalkan program kesehatan Obama.
Dengan demikian, Boehner sebagai ketua DPR dari Republikan siap mendukung Obamacare. Sebelumnya, dalam wawancara dengan ABC News, Boehner bakal membatalkan proses legislasi program-program Obama. "ObamaCare merupakan masalah hukum yang menghabiskan banyak biaya dan mengancam pekerjaan. Tujuan kita jelas, dan tetap membatalkan,” demikian tulis Boehner di status Twitter-nya. Penarikan pernyataan Boehner itu cukup melegakan karena program Obama bakal berjalan mulus dengan dukungan Republikan.
”Pemilu telah mengubah itu (pernyataan sebelumnya),”kata Boehner dikutip Reuters ketika ditanya apakah masih melanjutkan misi untuk membatalkan Obamacare.” Yang jelas, presiden telah terpilih kembali.” Pada kepemimpinan Boehner, DPR berusaha berulang kali membatalkan undang-undang perawatan kesehatan.Itu menjadi tekanan dalam negeri pada periode pertama pemerintahan Obama.
Sebagai solusi pada pemerintahan Obama, Boehner menegaskan,anggota parlemen bakal menciptakan anggaran yang seimbang agar Obamacare tetap berjalan. Berdasarkan Undang- Undang Perlindungan Pasien dan Perawatan Kesehatan 2010, biaya yang harus dikeluarkan oleh negara mencapai USD2,8 triliun bagi 30 juta warga yang belum memiliki asuransi. Program itu dimulai pada Januari 2014. Sebelumnya Mitt Romney berjanji bakal membatalkan semua program Obama jika menjadi presiden.
”Pada hari pertama menjadi presiden, saya bakal membatalkan Obamacare,” demikian kata Romney saat berkampanye. Sementara, penasihat utama Presiden Obama mengungkapkan Demokrat berhasil memenangkan pemilu di Florida, meskipun belum diumumkan secara resmi. "Sebagai perwakilan Demokrat dari Florida, saya mengucapkan selamat bagi Presiden Barack Obama atas kemenangan memperebutkan suara elektoral sebanyak 29 di Florida,” kata pemimpin Demokrat di Florida, Rod Smith,dikutip AFP.
Kekalahan Romney di Florida juga telah diakui kubu Republikan. Kubu Romney telah mengakui kekalahan timnya di harian Miami Herald. ”Kita harusnya dapat menang di Florida. Tetapi, faktanya tidak.Semuanya merasa sakit hati karena kita tertinggal dalam perhitungan,” katanya. Manajer kampanye Obama, Jim Messina,mengatakan bahwa dia percaya diri Obama bakal menjadi pemenang mutlak.
”Obama bakal memimpin perhitungan 332 suara elektoral,” kata Messina. Padahal, hanya dibutuhkan 270 untuk memenangkan pemilu. Pada perhitungan resmi,Obama meraih 303, ketika Florida belum dihitung. Hingga Kamis (8/11) malam waktu setempat, Obama unggul dengan 49,92% suara dibanding Romney yang meraih 49,22% suara di Florida.
Dua dari tiga wilayah di mana kartu suara masih dihitung, yaitu Broward dan Palm Beach, dikuasai Demokrat.Wilayah ketiga, Duval, memiliki lebih banyak Demokrat yang terdaftar ketimbang Republikan, tapi secara tradisional lebih cenderung ke Republikan dalam pemilu presiden. Perolehan suara Obama dan Romney hanya selisih 58.100 suara.
Tapi,angka itu jauh lebih besar dari pemilu 2000 ketika George W Bush memenangkan Florida dengan hanya 537 suara untuk bisa melenggang ke Gedung Putih. Tapi, belum ada pejabat yang mau memprediksikan seperti apa persaingan di negara bagian terpadat keempat di AS yang memiliki 67 wilayah itu akan secara resmi diputuskan. Tapi, menahan kejutan yang muncul,Obama tampaknya bakal mendapatkan lompatan besar dalam perolehan suara electoral college dari Florida yang akan membuatnya mendapatkan angka 332 melawan 206 untuk Romney.
”Ini menarik karena dua hari setelah pemilu, Florida tidak mampu melaporkan hasil pemilu presiden,” ujar Smith. ”Aib ini disebabkan Gubernur Rick Scott, yang memutuskan memangkas pemilu dini dan menolak memperpanjang waktu pemberian suara.” Scott, yang Republikan itu, menolak bertanggung jawab atas kegagalan Florida menggelar pemilu yang bebas kontroversi itu.
Keputusan Scott untuk tidak memperpanjang pemilu dini, setelah dikurangi dari 14 menjadi 8 hari oleh legislatif yang dikontrol Republikan, dicibir banyak warga Florida sebagai penyebab panjangnya antrean pemilih pada pemilu yang digelar Selasa (6/12) lalu
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS John Boehner menegaskan, dia menarik pernyataan sebelumnya yang menyatakan siap menggagalkan program kesehatan Obama.
Dengan demikian, Boehner sebagai ketua DPR dari Republikan siap mendukung Obamacare. Sebelumnya, dalam wawancara dengan ABC News, Boehner bakal membatalkan proses legislasi program-program Obama. "ObamaCare merupakan masalah hukum yang menghabiskan banyak biaya dan mengancam pekerjaan. Tujuan kita jelas, dan tetap membatalkan,” demikian tulis Boehner di status Twitter-nya. Penarikan pernyataan Boehner itu cukup melegakan karena program Obama bakal berjalan mulus dengan dukungan Republikan.
”Pemilu telah mengubah itu (pernyataan sebelumnya),”kata Boehner dikutip Reuters ketika ditanya apakah masih melanjutkan misi untuk membatalkan Obamacare.” Yang jelas, presiden telah terpilih kembali.” Pada kepemimpinan Boehner, DPR berusaha berulang kali membatalkan undang-undang perawatan kesehatan.Itu menjadi tekanan dalam negeri pada periode pertama pemerintahan Obama.
Sebagai solusi pada pemerintahan Obama, Boehner menegaskan,anggota parlemen bakal menciptakan anggaran yang seimbang agar Obamacare tetap berjalan. Berdasarkan Undang- Undang Perlindungan Pasien dan Perawatan Kesehatan 2010, biaya yang harus dikeluarkan oleh negara mencapai USD2,8 triliun bagi 30 juta warga yang belum memiliki asuransi. Program itu dimulai pada Januari 2014. Sebelumnya Mitt Romney berjanji bakal membatalkan semua program Obama jika menjadi presiden.
”Pada hari pertama menjadi presiden, saya bakal membatalkan Obamacare,” demikian kata Romney saat berkampanye. Sementara, penasihat utama Presiden Obama mengungkapkan Demokrat berhasil memenangkan pemilu di Florida, meskipun belum diumumkan secara resmi. "Sebagai perwakilan Demokrat dari Florida, saya mengucapkan selamat bagi Presiden Barack Obama atas kemenangan memperebutkan suara elektoral sebanyak 29 di Florida,” kata pemimpin Demokrat di Florida, Rod Smith,dikutip AFP.
Kekalahan Romney di Florida juga telah diakui kubu Republikan. Kubu Romney telah mengakui kekalahan timnya di harian Miami Herald. ”Kita harusnya dapat menang di Florida. Tetapi, faktanya tidak.Semuanya merasa sakit hati karena kita tertinggal dalam perhitungan,” katanya. Manajer kampanye Obama, Jim Messina,mengatakan bahwa dia percaya diri Obama bakal menjadi pemenang mutlak.
”Obama bakal memimpin perhitungan 332 suara elektoral,” kata Messina. Padahal, hanya dibutuhkan 270 untuk memenangkan pemilu. Pada perhitungan resmi,Obama meraih 303, ketika Florida belum dihitung. Hingga Kamis (8/11) malam waktu setempat, Obama unggul dengan 49,92% suara dibanding Romney yang meraih 49,22% suara di Florida.
Dua dari tiga wilayah di mana kartu suara masih dihitung, yaitu Broward dan Palm Beach, dikuasai Demokrat.Wilayah ketiga, Duval, memiliki lebih banyak Demokrat yang terdaftar ketimbang Republikan, tapi secara tradisional lebih cenderung ke Republikan dalam pemilu presiden. Perolehan suara Obama dan Romney hanya selisih 58.100 suara.
Tapi,angka itu jauh lebih besar dari pemilu 2000 ketika George W Bush memenangkan Florida dengan hanya 537 suara untuk bisa melenggang ke Gedung Putih. Tapi, belum ada pejabat yang mau memprediksikan seperti apa persaingan di negara bagian terpadat keempat di AS yang memiliki 67 wilayah itu akan secara resmi diputuskan. Tapi, menahan kejutan yang muncul,Obama tampaknya bakal mendapatkan lompatan besar dalam perolehan suara electoral college dari Florida yang akan membuatnya mendapatkan angka 332 melawan 206 untuk Romney.
”Ini menarik karena dua hari setelah pemilu, Florida tidak mampu melaporkan hasil pemilu presiden,” ujar Smith. ”Aib ini disebabkan Gubernur Rick Scott, yang memutuskan memangkas pemilu dini dan menolak memperpanjang waktu pemberian suara.” Scott, yang Republikan itu, menolak bertanggung jawab atas kegagalan Florida menggelar pemilu yang bebas kontroversi itu.
Keputusan Scott untuk tidak memperpanjang pemilu dini, setelah dikurangi dari 14 menjadi 8 hari oleh legislatif yang dikontrol Republikan, dicibir banyak warga Florida sebagai penyebab panjangnya antrean pemilih pada pemilu yang digelar Selasa (6/12) lalu
(esn)