Ucapkan terima kasih, Obama berurai air mata
Sabtu, 10 November 2012 - 11:33 WIB
Ucapkan terima kasih, Obama berurai air mata
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama tak mampu membendung tetesan air matanya saat menyampaikan rasa terima kasih kepada para pekerja kampanye yang telah membantu mempertahankan kursinya di Gedung Putih pada pemilu .
Dalam sebuah video di You- Tube, Obama tampak begitu emosional saat menyampaikan rasa terima kasihnya di markas kampanye di Chicago, beberapa jam setelah dia dinyatakan memenangkan pemilu.
"Apa yang telah kalian lakukan berarti pekerjaan yang saya lakukan ini penting, saya benar-benar bangga, saya benar- benar bangga pada kalian semua,” papar Obama ketika air mata menetes ke pipinya,seperti dikutip AFP.
”Saya benarbenar percaya bahwa kalian semua akan melakukan hal-hal yang mengagumkan dalam hidup kalian.” Obama menyebut tim kampanyenya lebih baik daripada dirinya dalam mencapai tujuan dan lebih efektif dibanding dia ketika menjadi seorang organisator komunitas di Chicago saat masih muda.
"Apa yang disebut Bobby Kennedy sebagai riak harapan adalah ketika kalian melemparkan batu di sebuah danau, itulah kalian,” papar Obama dengan suara serak akibat berkampanye.
Dalam emailnya kepada para pendukung,manajer kampanye Obama Jim Messina menyebut presiden tidak hanya berbicara kepada pekerja kampanye di kantor, tapi juga kepada ribuan sukarelawan yang membangun gerakan akar rumputnya yang besar. ”Dia berbicara kepada kalian semua,”tulis Messina. Obama, yang kondang atas kepribadiannya yang keren dan tanpa drama,sering kali dituduh hanya memperlihatkan sedikit emosi di hadapan publik dan terlihat menjauh.
Sementara, Obama akan menjadi Presiden AS yang melakukan kunjungan perdana ke Myanmar pada pekan depan. Obama dijadwalkan akan bertemu Presiden Myanmar Thein Sein dan ikon demokrasi Aung San Suu Kyi dalam kunjungan yang menjadi bagian dari tur ke Thailand dan Kamboja untuk menghadiri KTT Asia Timur pada 17—20 November mendatang. Menurut sumber pemerintahan Myanmar,Obama akan berada di Yangon pada 19 November.
Tapi, Obama menghadapi risiko kritikan besar karena memberikan imbalan bagi pemerintahan baru Myanmar terlalu cepat, apalagi setelah pasukan keamanan gagal mencegah kekerasan etnis di bagian barat negara itu.
Sedikitnya 89 orang tewas dalam bentrokan terbaru antara etnis mayoritas Rakhine dan minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar. Sedangkan, ribuan lainnya harus mengungsi akibat kekerasan itu.
Sebuah kelompok pembelot Myanmar, US Campaign for Burma,menyebut kunjungan Obama itu bisa meremehkan aktivis demokrasi dan etnis minoritas. Seorang pejabat pemerintahan senior memaparkan, Obama benar-benar menyadari kekhawatiran mengenai hak asasi manusia (HAM), kekerasan etnis,dan tahanan politik di Myanmar dan akan menyampaikan masalah itu dalam kunjungannya.
Dalam sebuah video di You- Tube, Obama tampak begitu emosional saat menyampaikan rasa terima kasihnya di markas kampanye di Chicago, beberapa jam setelah dia dinyatakan memenangkan pemilu.
"Apa yang telah kalian lakukan berarti pekerjaan yang saya lakukan ini penting, saya benar-benar bangga, saya benar- benar bangga pada kalian semua,” papar Obama ketika air mata menetes ke pipinya,seperti dikutip AFP.
”Saya benarbenar percaya bahwa kalian semua akan melakukan hal-hal yang mengagumkan dalam hidup kalian.” Obama menyebut tim kampanyenya lebih baik daripada dirinya dalam mencapai tujuan dan lebih efektif dibanding dia ketika menjadi seorang organisator komunitas di Chicago saat masih muda.
"Apa yang disebut Bobby Kennedy sebagai riak harapan adalah ketika kalian melemparkan batu di sebuah danau, itulah kalian,” papar Obama dengan suara serak akibat berkampanye.
Dalam emailnya kepada para pendukung,manajer kampanye Obama Jim Messina menyebut presiden tidak hanya berbicara kepada pekerja kampanye di kantor, tapi juga kepada ribuan sukarelawan yang membangun gerakan akar rumputnya yang besar. ”Dia berbicara kepada kalian semua,”tulis Messina. Obama, yang kondang atas kepribadiannya yang keren dan tanpa drama,sering kali dituduh hanya memperlihatkan sedikit emosi di hadapan publik dan terlihat menjauh.
Sementara, Obama akan menjadi Presiden AS yang melakukan kunjungan perdana ke Myanmar pada pekan depan. Obama dijadwalkan akan bertemu Presiden Myanmar Thein Sein dan ikon demokrasi Aung San Suu Kyi dalam kunjungan yang menjadi bagian dari tur ke Thailand dan Kamboja untuk menghadiri KTT Asia Timur pada 17—20 November mendatang. Menurut sumber pemerintahan Myanmar,Obama akan berada di Yangon pada 19 November.
Tapi, Obama menghadapi risiko kritikan besar karena memberikan imbalan bagi pemerintahan baru Myanmar terlalu cepat, apalagi setelah pasukan keamanan gagal mencegah kekerasan etnis di bagian barat negara itu.
Sedikitnya 89 orang tewas dalam bentrokan terbaru antara etnis mayoritas Rakhine dan minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar. Sedangkan, ribuan lainnya harus mengungsi akibat kekerasan itu.
Sebuah kelompok pembelot Myanmar, US Campaign for Burma,menyebut kunjungan Obama itu bisa meremehkan aktivis demokrasi dan etnis minoritas. Seorang pejabat pemerintahan senior memaparkan, Obama benar-benar menyadari kekhawatiran mengenai hak asasi manusia (HAM), kekerasan etnis,dan tahanan politik di Myanmar dan akan menyampaikan masalah itu dalam kunjungannya.
(esn)