Bom mobil tewaskan 50 tentara pemerintah Suriah
Selasa, 06 November 2012 - 13:02 WIB
Bom mobil tewaskan 50 tentara pemerintah Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom mobil meledak di Provinsi Hama, Suriah, Senin (5/11/2012), menewaskan sedikitnya 50 pasukan pemerintah Suriah. Ledakan tersebut menjadi serangan paling berdarah yang dilakukan oleh pemberontak dalam 20 bulan terakhir.
Kepala pengawas hak asasi manusia di Suriah, Rami Abdelrahman, mengatakan, ledakan besar tersebut terjadi di pangkalan pasukan keamanan dan pasukan pendukung Suriah.
"Para pemberontak dari Front Nusra mengarahkan mobil yang mereka tumpangi ke pangkalan militer dan meledakan mobil itu. Ledakan pertama disusul serangkaian ledakan berikutnya. Akibat ledakan tersebut, 50 orang dilaporkan tewas," ungkap Abdelrahman.
Menanggapi serangan tersebut, Pemerintah Suriah mengatakan, teroris telah melakukan aksi bom bunuh diri dengan menargetkan desa Sahl al-Ghab di Provinsi Hama.
Memasuki tahun kedua gerakan pemberontakan di Suriah, pemberontak Sunni gencar melancarkan serangan ke gedung-gedung pemerintahan dan militer Suriah. Ledakan bom tersebut terjadi di saat kelompok oposisi tengah berlumpul di Qatar untuk membahas nasib Suriah.
Kelompok oposisi yang terdiri dari kubu sekluaris dan Islam, berkumpul untuk memperluas keanggotaan Syrian National Council (SNC), sekaligus memilih pemimpin SNC. Pertemuan tersebut juga digelar untuk membuka jalan bagi perundingan di Doha.
Kepala pengawas hak asasi manusia di Suriah, Rami Abdelrahman, mengatakan, ledakan besar tersebut terjadi di pangkalan pasukan keamanan dan pasukan pendukung Suriah.
"Para pemberontak dari Front Nusra mengarahkan mobil yang mereka tumpangi ke pangkalan militer dan meledakan mobil itu. Ledakan pertama disusul serangkaian ledakan berikutnya. Akibat ledakan tersebut, 50 orang dilaporkan tewas," ungkap Abdelrahman.
Menanggapi serangan tersebut, Pemerintah Suriah mengatakan, teroris telah melakukan aksi bom bunuh diri dengan menargetkan desa Sahl al-Ghab di Provinsi Hama.
Memasuki tahun kedua gerakan pemberontakan di Suriah, pemberontak Sunni gencar melancarkan serangan ke gedung-gedung pemerintahan dan militer Suriah. Ledakan bom tersebut terjadi di saat kelompok oposisi tengah berlumpul di Qatar untuk membahas nasib Suriah.
Kelompok oposisi yang terdiri dari kubu sekluaris dan Islam, berkumpul untuk memperluas keanggotaan Syrian National Council (SNC), sekaligus memilih pemimpin SNC. Pertemuan tersebut juga digelar untuk membuka jalan bagi perundingan di Doha.
(esn)