Bebaskan sandra, militer Nigeria tembak mati 13 penculik
Minggu, 04 November 2012 - 14:03 WIB
Bebaskan sandra, militer Nigeria tembak mati 13 penculik
A
A
A
Sindonews.com - Militer Nigeria dilaporkan telah membunuh 13 orang anggota geng yang diduga menculik Bayram Karakus, seorang warga Turki, Sabtu, (4/11/2012).
Juru bicara kepolisian negara bagian Rivers, Ben Ugwuegbulam mengatakan polisi melancarakan operasi pembebasan Karakus di tempat persembunyian mereka di negara bagian River.
"Operasi pembebasan ini dilancarkan oleh sebuah tim gabungan. Tim ini lantas menyerbu tempat persembunyian geng yang dimasalalu bertangung jawab atas aksi penculikan, perampokan bersenjata, pembunuhan polisi dan warga polisi," terang Ugwuegbulam seperti diberitakan dalam the star, Sabtu (4/11/2012).
Ugwuegbulam tidak memberi penjelasan seputar kondiri Karakus pasca operasi penyelamatan tersebut. Kabarnya, para penculik sebelumnya mendapatkan uang tebusan sebesar 20 juta Naira (USD127.600) untuk membebaskan pegawai yang berkerja di perusahaan konstruksi Rivigo.
"Baku tembak menewaskan enam orang orang angota geng, sementara tujuh orang anggota geng lainya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit," terang Ugwuegbulam.
Dalam operasi pembebasan tersebut polisi berhasil menyita sebuah tas yang berisi uang tebusan sebesar 98900 Naira, enam senjata AK 47 dan sejumlah aminusi.
Aksi penculikan yang dimaksudkan untuk meminta sejumlah uang tebusan acap kali terjadi di wilayah pesisir Nigeria. Wilayah ini menjadi merupakan rumah bagi industri minyak di Arika. Kelompok geng seringkali menargetkan pekerja minyak dan pekerja konstruksi asing yang bekerja disana.
Nigeria adalah salah satu negara yang memiliki catatan penculikan terbuuk di dunia. Aksi penculikan dengan tujuan meminta tebusan bisa menghasilkan jutaan dolar pertahunnya.
Juru bicara kepolisian negara bagian Rivers, Ben Ugwuegbulam mengatakan polisi melancarakan operasi pembebasan Karakus di tempat persembunyian mereka di negara bagian River.
"Operasi pembebasan ini dilancarkan oleh sebuah tim gabungan. Tim ini lantas menyerbu tempat persembunyian geng yang dimasalalu bertangung jawab atas aksi penculikan, perampokan bersenjata, pembunuhan polisi dan warga polisi," terang Ugwuegbulam seperti diberitakan dalam the star, Sabtu (4/11/2012).
Ugwuegbulam tidak memberi penjelasan seputar kondiri Karakus pasca operasi penyelamatan tersebut. Kabarnya, para penculik sebelumnya mendapatkan uang tebusan sebesar 20 juta Naira (USD127.600) untuk membebaskan pegawai yang berkerja di perusahaan konstruksi Rivigo.
"Baku tembak menewaskan enam orang orang angota geng, sementara tujuh orang anggota geng lainya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit," terang Ugwuegbulam.
Dalam operasi pembebasan tersebut polisi berhasil menyita sebuah tas yang berisi uang tebusan sebesar 98900 Naira, enam senjata AK 47 dan sejumlah aminusi.
Aksi penculikan yang dimaksudkan untuk meminta sejumlah uang tebusan acap kali terjadi di wilayah pesisir Nigeria. Wilayah ini menjadi merupakan rumah bagi industri minyak di Arika. Kelompok geng seringkali menargetkan pekerja minyak dan pekerja konstruksi asing yang bekerja disana.
Nigeria adalah salah satu negara yang memiliki catatan penculikan terbuuk di dunia. Aksi penculikan dengan tujuan meminta tebusan bisa menghasilkan jutaan dolar pertahunnya.
(esn)