AS perbaharui sanksi untuk Sudan

Sabtu, 03 November 2012 - 20:46 WIB
AS perbaharui sanksi...
AS perbaharui sanksi untuk Sudan
A A A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama telah memperbaharui sanksi bagi Sudan. Sebelumnya, AS sudah menjatuhkan sanksi selama 15 tahun, sejak 1997 bagi negara itu. Meski Pemerintah Sudan sudah bisa menyelesaikan konflik dengan Sudan Selatan, tapi masih ada konflik lain di negara itu yang menyebabkan AS merasa perlu memperpanjang sanksi mereka bagi Sudan.

“Konflik yang terjadi di Kordofan Selatan, Blue Nile, dan Darfur terus mengancam stabilitas regional Sudan. Ada pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan di sana. Termasuk kurangnya akses bagi bantuan kemanusiaan,” ujar pernyataan Departemen Luar Negeri AS, Jumat (2/11/2012), seperti dikutip dari thestar.

Ratusan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka di Kordofan Selatan dan negara bagian Blue Nile sejak bentrokan antara pasukan pemerintah dan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan Utara (SPLM-N) pecah lebih dari setahun yang lalu.

"Untuk menangani masalah ini diperlukan kondisi damai di Sudan. Hal ini akan memungkinkan AS dan Sudan untuk bergerak ke arah normalisasi hubungan," lanjut pernyataan itu.

Sanksi yang diberlakukan AS bagi Sudan berupa membatasi perdagangan negara itu dengan AS, serta membatasi investasi. Selain itu, AS juga memblokir aset Pemerintah dan para pejabat Sudan.

Sebelumnya, Pemerintah Sudan sudah bisa menyelesaikan sengketa dengan Sudan Selatan yang ingin memisahkan diri. Kesepakatan tercapai setelah perang selama beberapa dekade. “Namun masalah-masalah tetap muncul, seperti status wilayah perbatasan Abyei yang diperebutkan. Ini juga menimbulkan ancaman bagi keamanan,” tambah pernyataan tersebut.
(esn)
Berita Terkait
385 WNI dari Sudan Tiba...
385 WNI dari Sudan Tiba di Asrama Haji Jakarta
Siapa Pemimpin Konflik...
Siapa Pemimpin Konflik Sudan?
Pemimpin Faksi yang...
Pemimpin Faksi yang Bertikai di Sudan Setujui Gencatan Senjata 7 Hari
Tentara Sudan Kuasai...
Tentara Sudan Kuasai Istana Kepresidenan, Pemberontak Masih Tebar Ancaman
2.000 Orang Dibantai...
2.000 Orang Dibantai di Sudan, 5 Negara Arab Kecam Aksi Pemberontak RSF
Pemerintah dan Kelompok...
Pemerintah dan Kelompok Bersenjata Sudan Capai Kesepakatan Damai
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
54 menit yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
2 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
3 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
3 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
4 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved