Dua pemimpin era perang dingin reuni
Jum'at, 02 November 2012 - 20:49 WIB
Dua pemimpin era perang dingin reuni
A
A
A
Sindonews.com – Mantan Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev dan Mantan Presiden Amerika Serikat, George H.W. Bush memperbaharui persahabatan mereka di Houston, Amerika Serikat (AS), Kamis (1/11/2012). Dua mantan penguasa negara adidaya itu menggelar sebuah jamuan makan siang.
Acara santap siang tersebut juga dihadiri, Mantan Menteri Luar Negeri As, James A. Baker III dan mantan Ibu Negara, Barbara Bush dan putri Gorbachev.
Pertemuan antara kedua pemimpin dunia era-80 an ini larut dalam kehangatan. Dalam sebuah momen yang berhasil diabadikan, Bush senior nampak memberikan pelukan hangat saat menyambut kedatangan Gorbachev.
Dalam kunjungan tersebut, pemimpin Uni Soviet dari tahun 1985-1991 ini membawa sebuah buku yang pada bagian halaman depannya terpampang foto Gorbachev. Buku yang nampaknya dijadikan hadiah bagi pemimpin AS yang berkuasa selama periode 1989-1993 itu, ditulis dalam bahasa Rusia dan dibubuhi tandatang Gorbachev.
Kedua pemimpin yang berkuasa pada era perang dingin tersebut terakhir kali bertemu pada 1989, di Malta, tak lama setelah Jerman merobohkan tembok Berlin.
Dalam kunjunganya ke AS, Gorbachev juga menyampaikan pidato tentang tantangan keamanan global di Universitas Houston, AS. Selain mengangkat isu keamanan, dalam pidatonya, Gorbachev juga membahas berbagai tantangan global, seperti kemiskinan, permasalahan pasokan energi, dan krisis lingkungan global.
Acara santap siang tersebut juga dihadiri, Mantan Menteri Luar Negeri As, James A. Baker III dan mantan Ibu Negara, Barbara Bush dan putri Gorbachev.
Pertemuan antara kedua pemimpin dunia era-80 an ini larut dalam kehangatan. Dalam sebuah momen yang berhasil diabadikan, Bush senior nampak memberikan pelukan hangat saat menyambut kedatangan Gorbachev.
Dalam kunjungan tersebut, pemimpin Uni Soviet dari tahun 1985-1991 ini membawa sebuah buku yang pada bagian halaman depannya terpampang foto Gorbachev. Buku yang nampaknya dijadikan hadiah bagi pemimpin AS yang berkuasa selama periode 1989-1993 itu, ditulis dalam bahasa Rusia dan dibubuhi tandatang Gorbachev.
Kedua pemimpin yang berkuasa pada era perang dingin tersebut terakhir kali bertemu pada 1989, di Malta, tak lama setelah Jerman merobohkan tembok Berlin.
Dalam kunjunganya ke AS, Gorbachev juga menyampaikan pidato tentang tantangan keamanan global di Universitas Houston, AS. Selain mengangkat isu keamanan, dalam pidatonya, Gorbachev juga membahas berbagai tantangan global, seperti kemiskinan, permasalahan pasokan energi, dan krisis lingkungan global.
(esn)