Pemberontak eksekusi 20 tentara pemerintah Suriah
Jum'at, 02 November 2012 - 19:17 WIB
Pemberontak eksekusi 20 tentara pemerintah Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah video yang mempertontokan prilaku bengis kaum pemberontak Suriah yang melakukan pembunuhan terhadap 20 orang tentara Suriah, Kamis (2/11/2012), beredar di dunia maya.
Dalam tayangan video tersebut, terlihat pemberontak Suriah menginjak tubuh 20 orang tentara yang telah diperintahkan berbaring di atas aspal. Selanjutnya, pemberontak membunuh semua tentara tersebut.
Pengamat HAM di Inggris mengatakan, pembantaian masal ini terjadi di Utara Provinsi Idlib. Aksi ini dilakukan setelah pemberontak berhasil mengambil alih pos pemeriksaan di kota Saraqeb, Idlib.
Pengamat HAM di Inggris menambahkan, 157 tewas akibat kekerasan pada Kamis (1/11/2012). Di antara korban, 50 di antaranya adalah warga sipil dan 72 pasukan reguler.
Eskalasi konflik antara militer dan pemberontak Suriah terus bergolak, di tengah upaya diplomatik yang terus diupayakan oleh masyarakat internasional.
Menurut Pemerintah China, penyelesaikan konflik lewat jalur politik merupakan satu-satunya solusi yang memungkinkan. Selaku pihak yang menolak intervensi militer di Suriah, China mengusulkan empat poin rencana baru pada utusan perdamaian PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi.
Menteri Luar Negeri China, Yang Jiechi, mengatakan, China mengusulkan diberlakukannya gencatan bersenjata secara bertahap dan disertai dengan negosiasi untuk mewujudkan transisi politik secara bertahap.
"China mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera menghentikan baku tembak, bekerjasama melakukan mediasi, dan menjuk perwakilan untuk melakukan mediasi. Ini perlu dilakukan sebagai sebuah langkah konkret untuk mengatasi krisis kemanusiaan," ungkap Jiechi seperti dilansir, Xinhua, Jumat (2/11/2012).
"Masyarakat internasional juga harus bekerjasama dan mendukung upaya mediasi Brahimi, serta membuat kemajuan nyata mengimplementasikan hasil join komunite bersama tingkat Menlu di Jenewa," imbuh Jiechi.
Dalam tayangan video tersebut, terlihat pemberontak Suriah menginjak tubuh 20 orang tentara yang telah diperintahkan berbaring di atas aspal. Selanjutnya, pemberontak membunuh semua tentara tersebut.
Pengamat HAM di Inggris mengatakan, pembantaian masal ini terjadi di Utara Provinsi Idlib. Aksi ini dilakukan setelah pemberontak berhasil mengambil alih pos pemeriksaan di kota Saraqeb, Idlib.
Pengamat HAM di Inggris menambahkan, 157 tewas akibat kekerasan pada Kamis (1/11/2012). Di antara korban, 50 di antaranya adalah warga sipil dan 72 pasukan reguler.
Eskalasi konflik antara militer dan pemberontak Suriah terus bergolak, di tengah upaya diplomatik yang terus diupayakan oleh masyarakat internasional.
Menurut Pemerintah China, penyelesaikan konflik lewat jalur politik merupakan satu-satunya solusi yang memungkinkan. Selaku pihak yang menolak intervensi militer di Suriah, China mengusulkan empat poin rencana baru pada utusan perdamaian PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi.
Menteri Luar Negeri China, Yang Jiechi, mengatakan, China mengusulkan diberlakukannya gencatan bersenjata secara bertahap dan disertai dengan negosiasi untuk mewujudkan transisi politik secara bertahap.
"China mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera menghentikan baku tembak, bekerjasama melakukan mediasi, dan menjuk perwakilan untuk melakukan mediasi. Ini perlu dilakukan sebagai sebuah langkah konkret untuk mengatasi krisis kemanusiaan," ungkap Jiechi seperti dilansir, Xinhua, Jumat (2/11/2012).
"Masyarakat internasional juga harus bekerjasama dan mendukung upaya mediasi Brahimi, serta membuat kemajuan nyata mengimplementasikan hasil join komunite bersama tingkat Menlu di Jenewa," imbuh Jiechi.
(esn)