Sudah 92 jasad korban badai Sandy ditemukan
Jum'at, 02 November 2012 - 17:42 WIB
Sudah 92 jasad korban badai Sandy ditemukan
A
A
A
Sindonews.com - Korban tewas akibat badai Sandy yang menerpa Pantai Timur Amerika Serikat (AS) meningkat hampir mencapai 100 orang, hingga Jumat (2/11/2012) dinihari waktu setempat.
Seperti dilansir news.com.au, korban tewas akibat badai Sandy telah mencapai 92 orang. Korban tewas ini tersebar di 15 negara bagian AS, di mana 40 kematian di antaranya terjadi di New York City.
Walikota New York, Michael Bloomberg, mengatakan, evakuasi korban akibat badai sandy masih terus berjalan. Petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan evakuasi, menyisiri gang demi gang dan dari pintu ke pintu di wilayah yang terkena dampak badai.
Hingga kini, 650 ribu orang belum mendapatkan aliran listrik, karena jaringan listrik di New York belum kembali normal. Akibatnya, antrian panjang terjadi di sejumlah SPBU. Warga mengantri untuk mendapatkan bahan bakar.
Perusahaan konsolidasi listrik, Edison, mengatakan aliran aliran listrik di beberapa wilayah di AS akan kembali normal pada 11 november mendatang. Saat ini, pasukan Garda Nasional masih fokus pada evakusi korban banjir di New Jersey.
Secara perlahan, banjir di beberapa wilayah telah surut. Namun, badai ini menyisakan sampah dan sejumlah reruntuhan kapal feri di dekat terminal pelabuhan Hoboken.
Beberapa ekonom telah memperkirakan biaya pembersihan puing dan sampah dan pembenahan akibat badai diperkirakan mencapai USD50 miliar. Meski jumlah ini besar, namun biaya ini jauh lebih kecil dibanding biaya yang diperlukan untuk pembangunan kembali pasca badai Katrina tahun 2005 silam, yang mencapai USD100 miliar.
Seperti dilansir news.com.au, korban tewas akibat badai Sandy telah mencapai 92 orang. Korban tewas ini tersebar di 15 negara bagian AS, di mana 40 kematian di antaranya terjadi di New York City.
Walikota New York, Michael Bloomberg, mengatakan, evakuasi korban akibat badai sandy masih terus berjalan. Petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan evakuasi, menyisiri gang demi gang dan dari pintu ke pintu di wilayah yang terkena dampak badai.
Hingga kini, 650 ribu orang belum mendapatkan aliran listrik, karena jaringan listrik di New York belum kembali normal. Akibatnya, antrian panjang terjadi di sejumlah SPBU. Warga mengantri untuk mendapatkan bahan bakar.
Perusahaan konsolidasi listrik, Edison, mengatakan aliran aliran listrik di beberapa wilayah di AS akan kembali normal pada 11 november mendatang. Saat ini, pasukan Garda Nasional masih fokus pada evakusi korban banjir di New Jersey.
Secara perlahan, banjir di beberapa wilayah telah surut. Namun, badai ini menyisakan sampah dan sejumlah reruntuhan kapal feri di dekat terminal pelabuhan Hoboken.
Beberapa ekonom telah memperkirakan biaya pembersihan puing dan sampah dan pembenahan akibat badai diperkirakan mencapai USD50 miliar. Meski jumlah ini besar, namun biaya ini jauh lebih kecil dibanding biaya yang diperlukan untuk pembangunan kembali pasca badai Katrina tahun 2005 silam, yang mencapai USD100 miliar.
(esn)