Agen Secret Service ditemukan tewas bunuh diri
Jum'at, 02 November 2012 - 14:23 WIB
Agen Secret Service ditemukan tewas bunuh diri
A
A
A
Sindonews.com - Rafael Prieto, seorang agen Secret Service yang bertugas melindungi keselamatan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, ditemukan tewas bunuh diri, Kamis (1/11/2012), di Washington DC, AS.
Juru bicara Secret Service, Max Milien, mengatakan, Kepolisian Distrik Kolumbia tengah menyelidiki kematian Prieto .
"Selama 20 tahun berkarir di Secret Service, Prieto termasuk sosok yang dihormati. Sebab, dia telah mengukir prestasi, memiliki dedikasi, dan menjalin persahabatan. Semua agen Secret Service berduka atas kematiannya," terang Milien seperti dilansir, Iol.co.za, Jumat (2/11/2012).
Kabarnya, Prieto sedang dalam penyelidikan, karena menjalin hubungan asmara dengan warga negara asing. Milien mengakui, bahwa Prieto tersangkut prosedur administratif. Tapi, belum diketahui apakah dia melanggar aturan Secret Service atau tidak.
Juru bicara Kepolisian Washington, Gwendolyn Crump, belum mau memberikan penjelasan atas kematian Prieto. Menurut Crump, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan.
Menurut sebuah sumber, Prieto adalah satu dari sembilan anggota Secret Service yang melakukan pelanggaran pada April lalu, saat bertugas di Kolombia. Kala itu, sembilan agen Secret Service kedapatan membawa pelacur ke kamar hotel mereka saat mempersiapkan kedatangan Presiden AS ke Kolombia.
Berdasarkan hasil penyelidikan, disimpulkan kalau kelakukan mereka tidak menyalahi kode etik dan tanggung jawab sebagai agen Secret Service. Namun, sikap mereka dinilai memalukan. Pasca skandal tersebut, Direktur Secret Service memperketat aturan kode etik bagi para agen Secret Service.
Juru bicara Secret Service, Max Milien, mengatakan, Kepolisian Distrik Kolumbia tengah menyelidiki kematian Prieto .
"Selama 20 tahun berkarir di Secret Service, Prieto termasuk sosok yang dihormati. Sebab, dia telah mengukir prestasi, memiliki dedikasi, dan menjalin persahabatan. Semua agen Secret Service berduka atas kematiannya," terang Milien seperti dilansir, Iol.co.za, Jumat (2/11/2012).
Kabarnya, Prieto sedang dalam penyelidikan, karena menjalin hubungan asmara dengan warga negara asing. Milien mengakui, bahwa Prieto tersangkut prosedur administratif. Tapi, belum diketahui apakah dia melanggar aturan Secret Service atau tidak.
Juru bicara Kepolisian Washington, Gwendolyn Crump, belum mau memberikan penjelasan atas kematian Prieto. Menurut Crump, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan.
Menurut sebuah sumber, Prieto adalah satu dari sembilan anggota Secret Service yang melakukan pelanggaran pada April lalu, saat bertugas di Kolombia. Kala itu, sembilan agen Secret Service kedapatan membawa pelacur ke kamar hotel mereka saat mempersiapkan kedatangan Presiden AS ke Kolombia.
Berdasarkan hasil penyelidikan, disimpulkan kalau kelakukan mereka tidak menyalahi kode etik dan tanggung jawab sebagai agen Secret Service. Namun, sikap mereka dinilai memalukan. Pasca skandal tersebut, Direktur Secret Service memperketat aturan kode etik bagi para agen Secret Service.
(esn)