Parlemen Libya setujui kabinet Zeidan
Kamis, 01 November 2012 - 19:08 WIB
Parlemen Libya setujui kabinet Zeidan
A
A
A
Sindonews.com - Parlemen nasional Libya menyetujui kabinet baru bentukan Perdana Menteri Ali Zaiedan. Pengesahan ini dilakukan pada Rabu (31/10/2012), satu hari setelah aksi protes yang dilakukan sejumlah orang di kantor Kongres Nasional Libya.
Para demonstran tak bisa menerima masuknya sejumlah nama yang dianggap memiliki hubungan masa lalu dengan diktator Libya, Moammar Gaddafi. Namun, aksi penolakan itu tak menyurutkan langkah Parlemen untuk mensahkan kabinet bentukan Zeidan.
Dalam pemungutan suara yang disiarkan langsung stasiun televisi nasional Libya, 105 anggota yang hadir mendukung pemerintahan Zeidan. Pemungutan suara itu sendiri hanya dihadiri 132 dari jumlah keseluruhan 200 anggota.
"Ada beberapa suara yang keberatan tentang sejumlah kementerian. Tapi, kami tidak ingin menghalangi pemerintah menjalankan tugasnya," kata Juru Bicara Parlemen Libya, Omar Hmaidan dalam konferensi pers di Ibu Kota Libya, Tripoli seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/11/2012).
Pemerintah transisi ini akan fokus pada pemulihan keamanan di Libya. Sejak penggulingan rezim Gaddafi, masih banyak milisi yang belum menyerahkan senjata mereka. Zeidan sendiri mengisi kabinetnya dengan menteri-menteri yang berasal dari partai liberal dan Islam.
"Meskipun saya memiliki beberapa pertanyaan, tapi saya pribadi berharap pemerintah akan berhasil menjalankan tugasnya. Sebab, kabinet ini dipilih secara demokratis," kata salah satu anggota Parlemen Libya, Mohammed Tommy.
Para demonstran tak bisa menerima masuknya sejumlah nama yang dianggap memiliki hubungan masa lalu dengan diktator Libya, Moammar Gaddafi. Namun, aksi penolakan itu tak menyurutkan langkah Parlemen untuk mensahkan kabinet bentukan Zeidan.
Dalam pemungutan suara yang disiarkan langsung stasiun televisi nasional Libya, 105 anggota yang hadir mendukung pemerintahan Zeidan. Pemungutan suara itu sendiri hanya dihadiri 132 dari jumlah keseluruhan 200 anggota.
"Ada beberapa suara yang keberatan tentang sejumlah kementerian. Tapi, kami tidak ingin menghalangi pemerintah menjalankan tugasnya," kata Juru Bicara Parlemen Libya, Omar Hmaidan dalam konferensi pers di Ibu Kota Libya, Tripoli seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/11/2012).
Pemerintah transisi ini akan fokus pada pemulihan keamanan di Libya. Sejak penggulingan rezim Gaddafi, masih banyak milisi yang belum menyerahkan senjata mereka. Zeidan sendiri mengisi kabinetnya dengan menteri-menteri yang berasal dari partai liberal dan Islam.
"Meskipun saya memiliki beberapa pertanyaan, tapi saya pribadi berharap pemerintah akan berhasil menjalankan tugasnya. Sebab, kabinet ini dipilih secara demokratis," kata salah satu anggota Parlemen Libya, Mohammed Tommy.
(esn)