Indonesia dan Inggris desain kemitraan
Kamis, 01 November 2012 - 15:28 WIB
Indonesia dan Inggris desain kemitraan
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, R.M. Marty M. Natalegawa bertemu dengan mitranya, Menlu Inggris, William Hague di Kementerian Luar Negeri Inggris, Rabu (31/11/2012) pagi waktu London.
Dalam kesempatan tersebut, kedua Menlu membahas berbagai bentuk kerjasama bilateral, Inggris dan Indonesia. Termasuk, persiapan akhir Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Inggris, 31 Oktober-2 Nopember 2012.
“Kunjungan kenegaraan Presiden RI merupakan momentum untuk mendesain kemitraan Indonesia-Inggris di masa depan,” ungkap Marty.
Marty menuturkan, tujuan jangka pendek dalam kujungan kali ini adalah mendorong peningkatan nilai perdagangan kedua negara menjadi dua kali lipat pada tahun 2015.
Marty menerangkan, bahwa Inggris dan Indonesia sepakat membentuk mekanisme bilateral guna memonitor kemajuan kerja sama bilateral Inggris dan Indonesia pada tingkat Menlu. Monitoring pada tingkat Menlu dilakukan satu tahun sekali, sementara pada tingkat pejabat tinggi setiap 6 bulan sekali.
Selain itu, keduanya juga menyepakati kerja sama di bidang pembangunan global, melalui mekanisme trilateral untuk membantu pembangunan kapasitas di negara ketiga.
Hague dan Marty dalam pertemuan tersebut sempat membahas berbagai isu di kawasan dan isu global yang menjadi perhatian bersama kedua negara. Seperti perkembangan di Laut China Selatan, Myanmar, dan Suriah.
Sebagai negara kunci di kawasan Asia Tenggara, Indonesia akan terus melanjutkan kerja sama yang selama ini telah terjalin untuk merealisasikan terciptanya kebebasan, kemakmuran, dan keamanan bersama,” ujar Hague.
“Sebagai dua negara demokrasi, dua negara yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dan dua negara yang memiliki potensi menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia, kemitraan kedua negara harus didesain. Hal ini untuk memastikan kalau hubungan dua negara dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kesejahteraan rakyat kedua negara dan memberikan kontribusi bagi keamanan, perdamaian, dan kemakmuran dunia”, tutup Marty.
Dalam kesempatan tersebut, kedua Menlu membahas berbagai bentuk kerjasama bilateral, Inggris dan Indonesia. Termasuk, persiapan akhir Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Inggris, 31 Oktober-2 Nopember 2012.
“Kunjungan kenegaraan Presiden RI merupakan momentum untuk mendesain kemitraan Indonesia-Inggris di masa depan,” ungkap Marty.
Marty menuturkan, tujuan jangka pendek dalam kujungan kali ini adalah mendorong peningkatan nilai perdagangan kedua negara menjadi dua kali lipat pada tahun 2015.
Marty menerangkan, bahwa Inggris dan Indonesia sepakat membentuk mekanisme bilateral guna memonitor kemajuan kerja sama bilateral Inggris dan Indonesia pada tingkat Menlu. Monitoring pada tingkat Menlu dilakukan satu tahun sekali, sementara pada tingkat pejabat tinggi setiap 6 bulan sekali.
Selain itu, keduanya juga menyepakati kerja sama di bidang pembangunan global, melalui mekanisme trilateral untuk membantu pembangunan kapasitas di negara ketiga.
Hague dan Marty dalam pertemuan tersebut sempat membahas berbagai isu di kawasan dan isu global yang menjadi perhatian bersama kedua negara. Seperti perkembangan di Laut China Selatan, Myanmar, dan Suriah.
Sebagai negara kunci di kawasan Asia Tenggara, Indonesia akan terus melanjutkan kerja sama yang selama ini telah terjalin untuk merealisasikan terciptanya kebebasan, kemakmuran, dan keamanan bersama,” ujar Hague.
“Sebagai dua negara demokrasi, dua negara yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dan dua negara yang memiliki potensi menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia, kemitraan kedua negara harus didesain. Hal ini untuk memastikan kalau hubungan dua negara dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kesejahteraan rakyat kedua negara dan memberikan kontribusi bagi keamanan, perdamaian, dan kemakmuran dunia”, tutup Marty.
(esn)