Produksi opium Myanmar meningkat

Rabu, 31 Oktober 2012 - 14:47 WIB
Produksi opium Myanmar...
Produksi opium Myanmar meningkat
A A A
Sindonews.com - Badan Penanganan Narkoba dan Kejahatan PBB (UNODC) melaporkan, bahwa produksi opium di Myamnar terus meningkat dalam enam tahun terakhir ini. Padahal, Pemerintah Myanmar mengaku sudah melakukan pemberantasan.

UNODC melaporkan, tahun ini luas lahan yang digunakan untuk budidaya opium meningkat 17 persen. Diperkirakan, tahun ini ada 40 hingga 51 hektar lahan yang ditanami opium. Sementara tahun lalu hanya 24 hektar lahan.

Laporan yang dirilis oleh UNODC memunculkan keraguan, apakah pemerintah Myanmar mampu memberantas budidaya opium pada 2014 mendatang. Luasnya lahan yang ditanami opium menjadikan Myanmar sebagai negara produsen opium terbesar kedua di dunia setelah Afghanistan.

Sebagian besar opium di Myanmar diproduksi di negara bagian Shan dan Kachin. Wilayah ini adalah daerah konflik antara militer Myanmar dan kelompok pemberontak etnis yang telah berlangsung lama. Perwakilan regional UNODC, Gary Lewis, mengatakan, produsen opium di Myanmar berhubungan erat dengan pemberontak etnis di Myanmar.

Selama beberapa dekade, Myanmar masuk dalam wilayah segitiga emas, bersama Thailand dan Laos. Ketiga negara ini menjadi surga bagi operasi perdangan narkoba. Petani miskin lebih tertarik menanam opium. Pasalnya, setiap kali panen 1 hektar opium mampu menghasilkan keuntungan19 kali lipat ketimbang produksi beras.

"Baik opium, heroin, dan pil methamphetamine menjadi sumber pendanaan tercepat untuk pembelian senjata bagi para pemberontak," ungkap Lewis seperti diberitakan dalam the star, Rabu (31/10/2012).
(esn)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
9 menit yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
1 jam yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
2 jam yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
2 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
4 jam yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved