Transportasi di AS belum beroperasi
Rabu, 31 Oktober 2012 - 13:00 WIB
Transportasi di AS belum beroperasi
A
A
A
Sindonews.com - Badai Sandy masih melumpuhkan kawasan timur laut Amerika Serikat. Seluruh jenis transportasi umum masih akan lumpuh hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Berdasarkan FlightAware, badai yang menghantam daratan dengan kekuatan160 km per jam pada pukul 20.00 waktu setempat, Senin 29 Oktober 2012 malam, telah menunda sedikitnya 18.000 jadwal penerbangan.
Seluruh bandara utama di New York masih ditutup karena jalur landas pacu kebanjiran. Hanya Bandara John F Kennedy dan Newark di New Jersey yang mulai beroperasi pukul Rabu pukul 7 pagi waktu setempat. Namun, operasi penerbangan belum berjalan normal.
Sementara, Kepala Otoritas Transit Metropolitan (MTA) AS Joseph Lhota mengatakan badai telah menyebabkan kerusakan parah pada sistem kereta bawah tanah New York. Hal ini belum pernah terjadi dalam 108 tahun sebelumnya.
Terowongan kereta bawah tanah dipenuhi genangan air, sementara alat-alat listriknya harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum jaringan transport publik terpenting New York ini bisa berfungsi kembali.
Wali Kota New York Michael Bloomberg mengatakan, tak ada batas waktu kapan subway bisa kembali beroperasi normal. Namun dia berharap layanan bisa kembali beroperasi hari ini.
"Sepertinya untuk menyalakan semua aliran listrik di New York, butuh waktu dua hingga tiga hari kedepan," ungkap Bloomberg.
Gubernur New Jersey Chris Christie mengatakan layanan kereta komuter Path, yang menghubungkan New Jersey dan New York City, belum akan beroperasi 7 hingga 10 hari kedepan.
"Gelombang pasang yang dibawa badai menyisakan sampah setinggi 2,25m dan menghanyutkan kereta-kereta kecil pengangkut barang hingga ke dataran tinggi di New Jersey Turnpike," imbuh Christie.
Wartawan bisnis BBC Mark Gregory mengatakan, biaya pembersihan puing dan sampah dan pembenahan akibat badai diperkirakan mencapai USD30-40 miliar. Meski jumlah ini besar, namun biaya ini jauh lebih kecil dibanding biaya yang diperlukan untuk pembangunan kembali pasca badai Katrina tahun 2005 yang mencapai USD100 miliar.
Berdasarkan FlightAware, badai yang menghantam daratan dengan kekuatan160 km per jam pada pukul 20.00 waktu setempat, Senin 29 Oktober 2012 malam, telah menunda sedikitnya 18.000 jadwal penerbangan.
Seluruh bandara utama di New York masih ditutup karena jalur landas pacu kebanjiran. Hanya Bandara John F Kennedy dan Newark di New Jersey yang mulai beroperasi pukul Rabu pukul 7 pagi waktu setempat. Namun, operasi penerbangan belum berjalan normal.
Sementara, Kepala Otoritas Transit Metropolitan (MTA) AS Joseph Lhota mengatakan badai telah menyebabkan kerusakan parah pada sistem kereta bawah tanah New York. Hal ini belum pernah terjadi dalam 108 tahun sebelumnya.
Terowongan kereta bawah tanah dipenuhi genangan air, sementara alat-alat listriknya harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum jaringan transport publik terpenting New York ini bisa berfungsi kembali.
Wali Kota New York Michael Bloomberg mengatakan, tak ada batas waktu kapan subway bisa kembali beroperasi normal. Namun dia berharap layanan bisa kembali beroperasi hari ini.
"Sepertinya untuk menyalakan semua aliran listrik di New York, butuh waktu dua hingga tiga hari kedepan," ungkap Bloomberg.
Gubernur New Jersey Chris Christie mengatakan layanan kereta komuter Path, yang menghubungkan New Jersey dan New York City, belum akan beroperasi 7 hingga 10 hari kedepan.
"Gelombang pasang yang dibawa badai menyisakan sampah setinggi 2,25m dan menghanyutkan kereta-kereta kecil pengangkut barang hingga ke dataran tinggi di New Jersey Turnpike," imbuh Christie.
Wartawan bisnis BBC Mark Gregory mengatakan, biaya pembersihan puing dan sampah dan pembenahan akibat badai diperkirakan mencapai USD30-40 miliar. Meski jumlah ini besar, namun biaya ini jauh lebih kecil dibanding biaya yang diperlukan untuk pembangunan kembali pasca badai Katrina tahun 2005 yang mencapai USD100 miliar.
(esn)