Polisi bentrok dengan pendukung sekuler Turki

Selasa, 30 Oktober 2012 - 11:40 WIB
Polisi bentrok dengan...
Polisi bentrok dengan pendukung sekuler Turki
A A A
Sindonews.com - Polisi Turki terlibat bentrok dengan ribuan pendukung sekularisme yang menggelar aksi unjuk rasa di Ankara, Turki, Senin (29/10/2012). Para pengunjuk rasa menentang sistem pemerintahan di Turki yang semakin otoriter dan Islamis

Seperti diberitakan the star, Selasa (30/10/2012), polisi terpaksa menyemprotkan gas air mata dan menembakan meriam air untuk membubarkan aksi demonstrasi yang tidak mendapat izin tersebut. Namun, langkah tersebut tidak menyurutkan langkah demonstran. Para pengunjuk rasa semakin kuat melakukan perlawanan dan berusaha menyerang blokade polisi Turki.

Ribuan pendukung sekularisme, baik pria dan wanita membawa spanduk dan gambar pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Mereka berberkumpul di depan gedung parlemen tua di Ibu Kota Ankara. Mereka hendak berjalan ke makam Ataturk menandai ulang tahun ke - 89 berdirinya Republik Turki.

"Pemerintah menyerahlan! sial kau Tayyip," teriak para pengunjuk rasa merujuk pada Perdana Menteri Turki.

"Kami adalah tentara Mustafa Kemal! Turki adalah negara sekuler dan tetap akan sekuler," teriak para pengunjuk rasa.

Beberapa jam kemudian, polisi akhirnya melepaskan barikade yang memblokir jalan yang para demonstran menuju pemakaman.

Pemerintah lokal di Ankara mengatakan, aksi unjuk rasa yang mengutip kecerdasan merupakan sebuah langkah provokasi yang dirancang oleh lawan politik untuk membungkam pemerintah Turki.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah memimpin Turki sejak satu dekade yang lalu. Dia berhasil membawa Turki pada kemakmuran. Para pemimpin negara Barat menyebut, di bawah kendali Erdogan, Turki dapat menjadi contoh negara demokrasi di kawasan Timur Tengah.

Sayangnya, cerita kesuksesan tersebut tercoreng oleh meningkatnya kritik yang berkembang seputar gaya pemerintahan Erdogan yang cenderung otoriter.

Bulan lalu, pemerintah memvonis ratusan orang yang terdiri dari politisi, akademisi dan Jurnalis termasuk 300 tentara yang dituduh berkomplot melawan pemerintah.

Salah seorang pendukung Turki sekuler, mengatakan, pemerintah mengawasi lebih ketat konsumsi alkohol, merubah sistem pendidikan, seperti yang diperkenalkan oleh partai AK, yang menjadi sebuah pertanda untuk merubah Turki menjadi lebih islami. Selain itu, Erdogan juga menjalin hubungan dekat dengan beberapa pemerintah Islam, seperti Mesir, Tunisia, dan tempat lain di dunia Arab.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
32 menit yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
1 jam yang lalu
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
2 jam yang lalu
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
10 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
11 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
12 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved