Arroyo tolak beri pembelaan

Selasa, 30 Oktober 2012 - 07:58 WIB
Arroyo tolak beri pembelaan
Arroyo tolak beri pembelaan
A A A
Sindonews.com - Mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo kemarin menolak memberikan pembelaan atas tuduhan korupsi di pengadilan di Manila.

Muncul di pengadilan dengan kursi roda dan penyangga leher,Arroyo duduk dengan tenang saat Hakim Efren de la Cruz membacakan tuduhan bahwa dia telah menggelapkan dana lotre negara sebesar USD8,8 juta saat menjabat sebagai presiden pada 2001— 2010.

Salah satu pengacara Arroyo, Ferdinand Topacio, memaparkan, tidak ada pengajuan pembelaan karena tim kuasa hukumnya telah menanyakan legalitas tuduhan yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA), yang harusnya mengeluarkan keputusan pada mosi.Arroyo telah mengajukan mosi kepada MA dengan mempertanyakan validasi kasus dan yurisdiksi pengadilan yang menyidangkannya.

“Penangkapan ini, seperti yang kami katakan sebelumnya, ilegal dan tidak berdasar,”ujar Topacio kepadaAFP.“Ini adalah hak tiap tertuduh untuk tidak mengajukan pembelaan.” Tapi, pengadilan mengajukan pembelaan yang menyatakan diri tak bersalah atas namanya dan meminta pengacara serta jaksa agar kembali pada 3 Desember untuk sesi persiapan di mana keduanya akan mengajukan daftar saksi.

Hearing prasidang akan dimulai pada 14 Februari 2013. Arroyo,yang menjalani operasi tulang belakang dua tahun lalu, bisa menghadapi vonis maksimal seumur hidup kalau dia disidang dan dinyatakan bersalah.

Salah satu pengacara dan juru bicara mantan presiden itu,Raul Lambino mengatakan bahwa pihaknya tidak mengakui yurisdiksi pengadilan atas kasus itu dan menyatakan kasus itu adalah persidangan politik.“ Kasus ini membuatnya sedih,” ujar Lambino kepada Reuters.

Selain dituduh korupsi,Arroyo juga menghadapi dakwaan korupsi lain atas perannya dalam penyalahgunaan dana publik dan suap dari kesepakatan telekomunikasi multijuta dolar dengan ZTE Corp dari China.Kesepakatan itu digugurkan pada 2007. Wanita berusia 65 tahun itu juga disidang atas kasus kecurangan pemilu.

Mantan presiden itu telah membantah seluruh tuduhan. Arroyo saat ini berada dalam tahanan di sebuah rumah sakit militer. Pengacaranya juga mengajukan permintaan pembebasan bersyarat dan diizinkan mengunjungi makam orang tuanya pada 1 November mendatang, ketika orang Filipina secara tradisional memberikan penghormatan kepada leluhur mereka.

Setelah sidang kemarin,polisi membawa Arroyo kembali ke rumah sakit.Pada sidang terkait pembebasan bersyarat, yang tidak dihadirinya, tim kuasa hukumnya menegaskan, bukti terhadap mantan presiden itu lemah.

Sementara penggantinya, Benigno Aquino yang memenangkan pemilu telah bersumpah untuk memerangi korupsi dan menuntut Arroyo.Aquino menikmati rating tinggi setelah pemerintahnya berhasil memberantas korupsi, termasuk pemakzulan (impeachment) ketua Mahkamah Agung.

Menurut putra mendiang Presiden Corazon “Cory” Aquino ini, korupsi merembes ke kehidupan publik, membuat penerimaan pajak tetap rendah dan merusak usaha pengentasan masyarakat dari kemiskinan.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
32 menit yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
1 jam yang lalu
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
2 jam yang lalu
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
10 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
11 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
12 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved