Malang bagi Bo Xilai, Popularitas bagi Partai Komunis

Minggu, 28 Oktober 2012 - 14:08 WIB
Malang bagi Bo Xilai,...
Malang bagi Bo Xilai, Popularitas bagi Partai Komunis
A A A
Sindonews.com - Pemecatan mantan anggota Politburo Bo Xilai dari parlemen jelas menjadi satu-satunya pilihan yang ada untuk memperbaiki citra Partai Komunis China. Bo Xilai harus dikeluarkan dari parlemen agar kekebalannya terhadap hukum dapat tercabut dan dia dapat diadili dalam sejumlah dakwaan, termasuk kasus tewasnya pengusaha asal Inggris, Neil Heywood.

Pemecatan Bo dari Kongres Rakyat Nasional merupakan langkah prosedural setelah partai menyerahkan kasusnya pada sistem pengadilan dalam kasus tewasnya Heywood, penyalahgunaan kekuasaan, dan hubungan seksual yang tak pantas dengan sejumlah perempuan. Kejatuhan Bo menjadi tragedi politik terbesar di China dalam satu generasi.Kasus Bo juga membayangi satu dekade transisi kepemimpinan dalam Kongres Partai Komunis bulan depan.

“Kongres akan dimulai dalam waktu kurang dari dua pekan dan pengadilan Bo akan digelar tahun depan,” kata Profesor Willy Wo-Lap Lam yang pakar di bidang sejarah di Chinese University of Hong Kong. “Dilihat dari waktunya, sangat berdekatan dengan momen kongres partai. Di masa lalu,mereka biasanya akan memprosesnya setelah Kongres.”

Lam menjelaskan bahwa pengadilan Bo tampaknya akan seperti yang dialami mantan Sekretaris Partai Komunis Shanghai Chen Liangyu yang dipecat dari jabatannya sebelum kongres partai pada 2007 dan diadili setelah tahun itu.Chen digantikan Xi Jinping yang saat ini merupakan Wakil Presiden China yang diperkirakan akan ditunjuk sebagai sekretaris jenderal partai dalam kongres bulan depan dan menjadi Presiden China tahun depan.

Hingga tahun ini Bo merupakan salah satu kandidat dalam Standing Komite Politbiro, badan paling berkuasa di China. Anggota baru Standing Komite akan diumumkan pada akhir kongres yang dimulai 8 November mendatang. Bo merupakan ketua partai di wilayah Chongqing, China barat daya,hingga dia dikeluarkan pada Maret lalu.

Keanggotaannya dihentikan dari Politburo China pada April dan dituduh melakukan pelanggaran disiplin serius terkait kasus Heywood. “Kasus-kasus yang melilit Bo ini terjadi saat dia menjadi wali kota Dalian,gubernur provinsi Liaoning dan menteri perdagangan China.Penyidik juga menemukan sejumlah bukti yang mengaitkan dia dengan berbagai kejahatan lainnya,” papar kantor berita Xinhua.

Menurut Pasal 74 Konstitusi China,deputi Kongres Partai Nasional tidak dapat ditahan atau diseret ke pengadilan kriminal tanpa izin legislatif atau Standing Komite. Namun, tampaknya keterlibatan Bo dalam sejumlah kasus itu semakin membuat gerah parlemen China yang ingin memperbaiki citranya di mata publik.

Istri Bo, Gu Kailai, divonis hukuman mati pada 20 Agustus silam dan mendapat dua tahun penangguhan setelah dia mengakui meracun Heywood di sebuah kamar hotel karena Gu Kailai yakin Heywood mengancam putranya terkait sengketa keuangan. Sebulan kemudian, Wang Lijun, mantan kepala kepolisian Chongqin dan teman dekat Bo, mengungkapkan bukti kejahatan Gu pada para diplomat Amerika Serikat (AS).

Wang kemudian diadili dalam empat dakwaan terkait kasus itu termasuk menerima suap dan penyalahgunaan kekuasaan.Jaksa menyatakan Wang diadili karena menutupi kasus pembunuhan dan dia dihukum penjara selama 15 tahun. Pada 19 September pengadilan Wang mengungkap bagaimana pejabat paling senior di Chongqing menampar wajah Wang saat dia memberikan bukti bahwa Gu terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

Meskipun nama Bo tidak disebutkan, dia merupakan pejabat paling senior di kota itu. Perilaku Bo dianggap sangat merusak reputasi Partai Komunis dan pemerintah China. “Perilakunya memiliki dampak sangat negatif di dalam dan luar negeri serta merusak nama partai dan rakyat,” tulis Xinhua saat itu.

Dampak pemecatan Bo dari parlemen jelas akan memperbaiki citra Partai Komunis China.Pemerintah China tampaknya juga tidak ingin terus terusik dengan kasus Bo saat mereka sedang sibuk mempersiapkan kongres partai yang sangat penting. Terkait proses transisi kepemimpinan itu,Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) melakukan perombakan besar- besaran untuk menempatkan nama-nama baru dalam jajaran senior pada pekan ini.

Para jenderal yang dianggap dekat dengan Bo akan dibuang dari jajaran posisi penting. Perombakan Tentara Pembebasan Rakyat ini sangat penting bagi transisi politik karena salah satu posisi penting Partai Komunis adalah ketua komisi militer partai. Presiden China Hu Jintao saat ini memegang posisi tersebut.Beberapa laporan menunjukkan bahwa dia tetap memegang jabatan tersebut, meskipun setelah Xi Jinping menggantikannya dalam hierarki tertinggi pemerintahan.

Terbuangnya Bo dari jajaran elite partai seakan menjadi paku terakhir yang ditancapkan di peti mati untuknya.Pemecatan Bo juga mengakhiri perpecahan antara para pendukung dan penentangnya di kalangan elite. Kasus yang menimpa Bo ini memang mengejutkan seluruh rakyat China. Apalagi dalam beberapa tahun sebelumnya Bo sangat populer dan menggunakan jabatannya di Chongqing untuk semakin terkenal di mata publik.

Kejatuhannya juga menjadi peringatan keras dalam ketatnya rivalitas antara faksi dan keluarga elite politik di China. Rivalitas elite itu jelas menyangkut kekuasaan dan uang karena siapa pun yang berkuasa akan semakin kaya. Seperti laporan NewYork Times tentang keluarga dan kolega Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao yang mampu mengumpulkan aset serta kekayaan melimpah ruah, meskipun Wen selalu berpidato tentang bahayanya korupsi politik.

Laporan The Times itu kemudian disensor Pemerintah China. Ketatnya rivalitas semacam itu pula yang tampaknya kini berhasil menjatuhkan Bo.Malang bagi Bo dan keberhasilan bagi rivalnya.
(esn)
Berita Terkait
Kuwait Mengirimkan Delegasi...
Kuwait Mengirimkan Delegasi Atlit Terbesar ke Asian Games 19
Kuwait Setujui Penggunaan...
Kuwait Setujui Penggunaan Obat Herbal China untuk Pengobatan Covid-19
Dunia Berduka, Emir...
Dunia Berduka, Emir Kuwait Meninggal Dunia
Mengenang Emir Kuwait...
Mengenang Emir Kuwait Sheikh Sabah, Sang Pembela Persatuan Arab
Emir Kuwait Baru Tegaskan...
Emir Kuwait Baru Tegaskan Lagi Dukungan untuk Palestina
Kuwait Melepas Mendiang...
Kuwait Melepas Mendiang Sheikh Sabah, Emir Baru Resmi Dilantik
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
8 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
10 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
10 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
11 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
12 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
14 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved