Militer Suriah kembali melancarkan serangan mortir
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 19:58 WIB
Militer Suriah kembali melancarkan serangan mortir
A
A
A
Sindonews.com - Aktifis oposisi Suriah melaporkan, militer Suriah kembali melancarkan serangan ke sejumlah kota-kota besar di Suriah pagi tadi.
Seorang aktivis di Kota Deir al-Zor, Mohammed Doumany mengatakan, militer Suriah kembali melancarkan serangan mortir ke wilayah pemukiman penduduk Sabtu pagi. Deir al-Zor terletak di pinggir kota Damaskus dan Aleppo, Suriah
"Tentara mulai menembakan mortir pukul 7 pagi waktu setempat. Saya telah mencatat setidaknya ada 15 ledakan dalam satu jam, dan kami telah menemukan dua orang warga sipil tewas dalam serangan ini," ungkap Doumany seperti dilansir Thestar, Sabtu, (27/10/2012).
Serangan ini terjadi pada hari kedua gencatan senjata yang diupayakan oleh utusan perdamaian internasional untuk Suriah, Lakhdar Brahimi.
Seperti diketahui sebelumnya, beberapa hari menjelang hari raya Idul Adha, pemerintah dan pemberontak Suriah sepakat untuk melakukan gencatan senjata.
Doumany menambahkan, ia tidak melihat adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah gencatan senjata disepakati.
Sementara itu, militer Suriah mengatakan, serangan hari ini dilancarkan untuk menanggapi sejumlah serangan gerilyawan yang dilakukan pada hari Jumat lalu.
Militer Suriah, Kamis 25 Oktober 2012 lalu mengumumkan mereka akan menghentikan kegiatan militer, namun berhak melakukan tindakan balasan jika pemberontak melancarkan serangan.
Komando Umum Angkatan Bersenjata Suriah, Jumat 26 Oktober 2012 mengeluarkan pernyaataan, bahwa teroris telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang pos pemeriksaan dan melakukan pengeboman sebuah patroli militer di kota Allepo.
Eskalasi pertempuran antara pemberontak dan militer Suriah terjadi sejak April lalu, aksi kekerasan hanya berkurang pada Jumat pagi, namun kembali meningkat di siang hari.
Pengamat Hak Asasi Manusia (HAM) di Suriah yang berbasis di Inggis mengatakan, 150 orang dilaporkan tewas dalam serangan Jumat, 26 Oktober 2012. Sebagian dari mereka tewas oleh penembak jitu, sebagian lainya tewas dalam bentrokan.
Sementara itu, stasiun TV pemerintah Suriah melaporkan sebuah bom mobil meledak di Damaskus menewaskan sediktnya lima orang.
Seorang aktivis di Kota Deir al-Zor, Mohammed Doumany mengatakan, militer Suriah kembali melancarkan serangan mortir ke wilayah pemukiman penduduk Sabtu pagi. Deir al-Zor terletak di pinggir kota Damaskus dan Aleppo, Suriah
"Tentara mulai menembakan mortir pukul 7 pagi waktu setempat. Saya telah mencatat setidaknya ada 15 ledakan dalam satu jam, dan kami telah menemukan dua orang warga sipil tewas dalam serangan ini," ungkap Doumany seperti dilansir Thestar, Sabtu, (27/10/2012).
Serangan ini terjadi pada hari kedua gencatan senjata yang diupayakan oleh utusan perdamaian internasional untuk Suriah, Lakhdar Brahimi.
Seperti diketahui sebelumnya, beberapa hari menjelang hari raya Idul Adha, pemerintah dan pemberontak Suriah sepakat untuk melakukan gencatan senjata.
Doumany menambahkan, ia tidak melihat adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah gencatan senjata disepakati.
Sementara itu, militer Suriah mengatakan, serangan hari ini dilancarkan untuk menanggapi sejumlah serangan gerilyawan yang dilakukan pada hari Jumat lalu.
Militer Suriah, Kamis 25 Oktober 2012 lalu mengumumkan mereka akan menghentikan kegiatan militer, namun berhak melakukan tindakan balasan jika pemberontak melancarkan serangan.
Komando Umum Angkatan Bersenjata Suriah, Jumat 26 Oktober 2012 mengeluarkan pernyaataan, bahwa teroris telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang pos pemeriksaan dan melakukan pengeboman sebuah patroli militer di kota Allepo.
Eskalasi pertempuran antara pemberontak dan militer Suriah terjadi sejak April lalu, aksi kekerasan hanya berkurang pada Jumat pagi, namun kembali meningkat di siang hari.
Pengamat Hak Asasi Manusia (HAM) di Suriah yang berbasis di Inggis mengatakan, 150 orang dilaporkan tewas dalam serangan Jumat, 26 Oktober 2012. Sebagian dari mereka tewas oleh penembak jitu, sebagian lainya tewas dalam bentrokan.
Sementara itu, stasiun TV pemerintah Suriah melaporkan sebuah bom mobil meledak di Damaskus menewaskan sediktnya lima orang.
(esn)