300 awak kapal Argentina tinggalkan Ghana
Kamis, 25 Oktober 2012 - 19:31 WIB
300 awak kapal Argentina tinggalkan Ghana
A
A
A
Sindonews.com – Sekitar 300 awak Libertad ARA, sebuah kapal layar latih tempur Argentina yang disita Pemerintah Ghana, akhirnya bisa kembali ke tanah air, Rabu (24/10/2012). Para awak dan kapal mereka telah ditahan sekitar tiga pekan di pelabuhan Tema, Ghana bagian Timur.
Seperti dikutip dari thestar, Kapal ini ditahan Pemerintah Ghana atas perintah pengadilan, terkait klaim yang diajukan oleh para kreditor NML Capital, yang menggugat Argentina atas kegagalan obligasi. NML Capital Ltd mengklaim Argentina berhutang USD 300 juta.
Para awak Libertad ARA yang terdiri dari para Taruna itu meninggalkan Ibu Kota Ghana, Accra menuju Buenos Aires dengan menumpang pesawat carteran miliki Air France. Pesawat ini sempat mengalami penundaan selama 4 jam.
Presiden Argentina, Cristina Fernandez, mengatakan, para Taruna akan kembali mengikuti pelatihan pada 5 November dan menjalani pemeriksaan medis. "Ketika mereka selesai beristirahat, para Taruna akan melanjutkan pelatihan. Pelatihan ini diperlukan agar mereka bisa lulus seperti yang direncanakan, yakni pada 8 Desember," kata Fernandez.
Di awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Argentina, Hector Timerman, telah mengeluarkan tekanan diplomatik di New York, yang meminta PBB menekan Ghana untuk melepaskan kapal Libertad ARA.
Pemerintah Argentina sendiri telah menolak membayar utang pada NML Capital dan perusahaan lain. Seorang pejabat senior Ghana mengatakan, pemerintahnya tidak terpengaruh atas putusan pengadilan dan telah mendorong Argentina untuk menyelesaikan masalah melalui jalur hukum yang tepat.
"Pemerintah Ghana bukan merupakan pihak yang bersengketa dan tidak akan masuk ke dalam sengketa ini," kata pejabat yang namanya tak mau disebutkan. "Mereka telah mengajukan banding seperti yang disarankan dan ini berarti mereka siap untuk berpartisipasi dalam proses hukum," lanjutnya.
Seperti dikutip dari thestar, Kapal ini ditahan Pemerintah Ghana atas perintah pengadilan, terkait klaim yang diajukan oleh para kreditor NML Capital, yang menggugat Argentina atas kegagalan obligasi. NML Capital Ltd mengklaim Argentina berhutang USD 300 juta.
Para awak Libertad ARA yang terdiri dari para Taruna itu meninggalkan Ibu Kota Ghana, Accra menuju Buenos Aires dengan menumpang pesawat carteran miliki Air France. Pesawat ini sempat mengalami penundaan selama 4 jam.
Presiden Argentina, Cristina Fernandez, mengatakan, para Taruna akan kembali mengikuti pelatihan pada 5 November dan menjalani pemeriksaan medis. "Ketika mereka selesai beristirahat, para Taruna akan melanjutkan pelatihan. Pelatihan ini diperlukan agar mereka bisa lulus seperti yang direncanakan, yakni pada 8 Desember," kata Fernandez.
Di awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Argentina, Hector Timerman, telah mengeluarkan tekanan diplomatik di New York, yang meminta PBB menekan Ghana untuk melepaskan kapal Libertad ARA.
Pemerintah Argentina sendiri telah menolak membayar utang pada NML Capital dan perusahaan lain. Seorang pejabat senior Ghana mengatakan, pemerintahnya tidak terpengaruh atas putusan pengadilan dan telah mendorong Argentina untuk menyelesaikan masalah melalui jalur hukum yang tepat.
"Pemerintah Ghana bukan merupakan pihak yang bersengketa dan tidak akan masuk ke dalam sengketa ini," kata pejabat yang namanya tak mau disebutkan. "Mereka telah mengajukan banding seperti yang disarankan dan ini berarti mereka siap untuk berpartisipasi dalam proses hukum," lanjutnya.
(esn)